Cinta di Balik Singgasana
katanya, suaranya lembut.
Ia meraih kain kecil dari pakaiannya. Puisi pendek tertera di sana, ditulis dengan aksara halus
Di tepi kolam, bawah ketapang tua,
Hati kita bebas, meski dunia menutup.
Jika takdir memisah, di bukit ‘kan kutunggu,
Dengan melati dan kenanga, untukmu selalu.
Raka membaca puisi itu. Jantungnya berdegup keras. “Ini… indah, Gusti,” katanya, suaranya serak. “Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
인기 회차