Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hanya Dirimu

Hanya Dirimu

Mendengar godaan Dimas, Nayla semakin menundukkan kepala dengan kedua pipi yang semakin merona. Setelah mencoba memetik gitar kecil itu untuk mencari nada yang pas, Dimas pun mulai melantunkan lagu yang sesuai dengan isi hatinya selama ini. "Dengan dirimu kini kubahagia Tak henti kau berbagi canda tawa .... Hilangkan gairah lelah hatiku Hadirmu mengubah arti hidupku .... Jadilah aku tawanan cintamu Hadirmu warnai hariku
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Metamorfosis Anak Yang Terlihat Bodoh

Metamorfosis Anak Yang Terlihat Bodoh

“Iya Bu. Merdeka juga berarti kebebasan mengeluarkan pendapat, berbicara dan berserikat. Bukan hanya kebebasan dari penjajahan saja-kan Bu?” “Huuuh! Kalau itu semua orang dah tau, Indra. Itukan bunyi pasal 28 UUD 1945,” sambung Julbrito menyeletuk, sambil mencibir. Bu Nursyiah tersenyum dan mengangguk membenarkan. “Iya, Indra ngaco!” cemooh Arif Budiman menambahkan. “Huuuh!” koar panjang teman-teman sekelas mendukung cemoohan Julbrito dan Arif Budiman.
9.810.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai puisi demokrasi
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Laura Pohan
Cerita ini penuh inspirasi dan nilai kehidupan, kalau kita juga bisa berjuang untuk lebih baik lagi (seperti tokoh utama) walau banyak hambatan. Mengajarkan utk tidak mudah menyerah. Bagus sekali dan wajib dibaca
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

“Aku Ingin, karya Sapardi Djoko Damono Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada,” Suara Garda membuat suasana kelas sunyi senyap, para penghuni kelas memekik dan tersenyum tertahan. “Bagus sekali Garda! Pembacaanmu seperti dari hati! Penjiwaan kamu baik sekali!” puji Bu Sri dan Garda mendapat tepukan dari teman sekelasnya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

Dari yakin 'ku teguh Hati ikhlas 'ku penuh Akan karunia-Mu Tanah air pusaka Indonesia merdeka Syukur aku sembahkan Ke hadirat-Mu Tuhan Dari yakin 'ku teguh Cinta ikhlas 'ku penuh Akan jasa usaha Pahlawanku yang baka Indonesia merdeka Syukur aku hunjukkan Ke bawah duli tuan Dari yakin 'ku teguh Bakti ikhlas 'ku penuh
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai puisi demokrasi
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

"Puisi, karya sastra yang mengungkapkan perasaan, isi hati, dan juga pikiran. Juga bisa diambil dari sebuah pengalaman hidup. Puisi sebuah syair yang mengandung makna.” Para siswa memperhatikan Guru yang menjelaskan tentang puisi. Guru juga membacakan beberapa puisi, tentang perjuangan seorang jenderal dan juga puisi tentang romansa. Setelah menjelaskan tema pelajaran hari ini, Guru menutup bukunya. "Sekarang giliran kalian. Ambil kertas, dan kuas." Guru kembali ke mejanya. "Tulis satu puisi. Temanya tentang perjuangan.”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
KAPAN AYAH PULANG

KAPAN AYAH PULANG

Bila pesta demokrasi dilakukan dengan cara yang curang, keadilan pun tak akan pernah datang, malah justru nyawa yang bisa melayang. Jika telah begini, apakah pantas itu disebut demokrasi?! Karena sebenarnya demokrasi yang mereka dengungkan adalah kedok belaka. Kekuasaan justru mereka jalankan hanya berdasarkan nafsu mereka.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
KISAH GLORY : Panglima Perang

KISAH GLORY : Panglima Perang

Mereka tercengang, seharusnya yang bicara demikian adalah seorang Raja! “Demokrasi ... Impian besar kita adalah kedaulatan berada di tangan rakyat. Suara rakyat adalah suara tertinggi. Buruknya demokrasi adalah suara orang bodoh dan lemah sama seperti suara orang pintar dan kuat. Apa kalian yang merasa sebagai orang pintar dan kuat, lantas mau disamakan dengan orang bodoh dan lemah? Bagaimana? Bentuk pemerintahan demokrasi hanya membuka ruang lebar bagi orang-orang bodoh dan korup untuk menguasai negeri ini!”
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

"Pahlawan mati, puisi abadi!" Puing-puing Stasiun Luar Angkasa Internasional berputar di sekitar mereka, membentuk konstelasi wajah pemimpin G7 yang terdistorsi. Planetoid retak bertuliskan "Demokrasi" tertusuk antena rusak, "Pasar Bebas" terbelah dua oleh serpihan kaca, sementara "Hak Asasi" mengambang sebagai kubus besi berkarat yang dipenuhi cacing-cacing data. Lintang merentangkan tangan, daun-daun galaksi dari tubuhnya menyemburkan partikel anti-materi. "Kalian Barat hanya hantu yang menari di panggung usang!" teriak Black Sun, akar-akar algoritmanya mencengkeram bulan hingga retak seperti telur dinosaurus.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Catatan Setelah Kematian Putri Ophelia

Catatan Setelah Kematian Putri Ophelia

saling beradu argumen yang tidak akan habisnya jika orang yang mengendalikan khalayak tak kunjung bersuara. Aku mendengar ... sebagian setuju dengan ucapanku dan sebagian tidak. 'Ini kemajuan jika sebagian dari mereka menyetujui pendapatku,' pikirku. 'Namun, bukan begitu ....' Kali ini, aku mengernyit. 'Jika pemilihan dilakukan secara demokrasi, bisa saja tidak setuju lebih besar dari yang setuju.' Ini benar-benar butuh usaha yang keras.
1012.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status