Cinta di Balik Palu Hukum
“Kau tahu, Raisa… dulu aku pikir keadilan itu seperti pedang—tajam dan harus menebas cepat. Tapi sekarang aku tahu, keadilan lebih mirip cahaya. Ia butuh waktu untuk menembus gelap, tapi saat tiba… semua terlihat jelas.”
Raisa menatap Revan lama, lalu berkata lembut, “Dan kadang, cahaya itu datang dari orang yang paling tak kita duga.”
Hening. Hanya suara hujan yang tinggal sisa gerimis.
Raisa menatap Revan—dan di antara keduanya, tak ada lagi rahasia, tak ada lagi dinding. Hanya dua orang yang bertahan di tengah reruntuhan dan memilih untuk tetap berdiri.
Bab Populer