Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> "Oh, astaga, ini mengerikan. Lagipula kau adalah murid Akademi Bela Diri Abadi; kau akan jauh lebih cocok menjadi tamu yang diundang oleh Saudari Qingcheng. Alamat baru:.xin"
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai quiet
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam

Elsa merutuki diri sendiri, menyayangkan sikapnya yang seperti abege labil dan berdampak pada kelakuan yang juga ikut labil. Ponsel kembali berdenting. [Kenapa dihapus, cantik kok.] Ya sallam, ini siapa lagi! [Siapa?] Sedang mengetik ... [Aku Rey, simpan nomorku.] [Nomor itu satu saja jangan banyak-banyak.] Sedang mengetik ... [Ini nomor pribadiku, yang kemarin nomor umum.] ***
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai quiet
Baca
+Pustaka
PLAYER

PLAYER

“Tanya sesuatu.” “Hah? Tanya apa?” “Apa aja.” “Excuse moi. Êtes-vous occupé en ce moment? Pouvons-nous parler un moment?” (Excuse me. Are you busy right now? Can we talk for a moment?) “Bien sur.” (Sure) Wanita itu mendekat dan menempati salah satu kursi kosong di antara mereka berdua. “Êtes-vous en lune de miel?” (Apa kalian sedang honeymoon?)
1038.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 886 kali sebagai quiet
Baca
+Pustaka
Greedy

Greedy

"Iya? Kenapa?" "A-apa yang kau lakukan?" tanya Sella. Ia merasa semakin gelisah saat melihat John yang terus menatapnya tanpa memalingkan wajah sekalipun. Alex tahu, bahwa Sella merasa tidak nyaman dengan John, karena dia terus menatapnya seperti itu. Alex mengusap wajah John. "Berhentilah menatapnya seperti itu John!" "Kenapa?"
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai quiet
Baca
+Pustaka
WHERE

WHERE

Suara bass menghentikan gelengan kepala Sharon. “lo ngehalangin jalan.” Sambung pemilik suara bass itu lagi. Sharon tak langsung bergeser ataupun menoleh. Ia kembali menyesali tingkah konyolnya karena kepergok oleh seseorang. Orang yang memiliki suara bass itu, ia tahu. Sangat tahu. Auranya sangat dingin. Tanpa menoleh pun ia sudah tahu. Sharon merutuki dirinya sendiri. Pasti ia seperti orang aneh bagi si pemilik suara bass itu.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai quiet
Baca
+Pustaka
KESEPIAN ABADI

KESEPIAN ABADI

Aku semakin kencang menggedor pintu saat aku merasakan di tempat ini tidak ada udara yang bisa ku hirup, di sini terlalu kosong dan hening, aku kesulitan bernapas dan tenggorokanku terasa tercekik, aku mohon… Siapapun… tolong aku… /// “Nevan…” Aku segera bangkit dengan satu tarikan napas, tubuhku penuh keringat, tetapi hawa dingin terasa menembus tulangku, badanku terasa lemas seperti tidak bertulang, aku menatap sekeliling ruang rawatku, tidak ada siapa-siapa di sini, kosong dan sepi, aku menatap jendela yang belum tertutup gorden, ini sudah malam. “Huh,”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai quiet
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

ucapku ke anak kucing itu yang terlihat bingung menatapku. Drtttt... Drtttt... Handphoneku yang sedang aku cas di atas meja belajar berbunyi pertanda ada satu pesan masuk. Sejak bersama Dea tadi ternyata hanphoneku mati bukan karna lowbat tapi sengaja ku matikan saja, dan baru ku aktifkan lagi saat ingin mengecas handphone. Ku lirik siapa yang mengirim pesan. Aku langsung menyunggingkan senyum saat mengetahui pesan itu dari Dea.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai quiet
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai quiet
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

Susah ditebak. “Kamu tidak bisa menyembunyikannya dariku. Kamu kenapa? Bilang saja, tidak apa-apa.” April bertanya tenang ke siswi perempuan itu, kepalanya masih menduduk meski bibirnya yang menekuk terlihat jelas dari posisiku berdiri. Aku sempat berpikir, apa dia tidak merasakan pegal di lehernya? Menduduk selama beberapa menit? Aku bergirik ngeri, menengadahkan kepala karena rasa pegal menjalar karena aku memikirkan itu. “Oke kamu butuh waktu. Kamu tenangin diri dulu di dalam, basuh air matamu itu.”
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai quiet
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status