DAISY
Ingin menyusul, tapi Daisy masih terlalu lemas untuk berjalan cepat, lagi pula infus yang masih tertancap di punggung tangannya terasa mengganggu.
Langit sore yang tadinya terlihat cerah, mendadak mendung. Angin berembus kencang, membuat sekujur tubuh Daisy merasakan dingin. Sesekali, Daisy menoleh pada lorong yang tadi dilewati Eve, ke mana perginya gadis itu, kenapa lama sekali jika hanya membeli air minum.
Rintik hujan mulai turun, dan mau tidak mau Daisy harus beranjak sendirian dari kursi taman. Sedikit sempoyongan, Daisy berpegangan pada tiang infus. Kakinya gemetar.
Capítulos em Alta