Fragmen di Bawah Hujan
Tulisan itu bercahaya, lalu jatuh perlahan ke tanah, membentuk kalimat terakhir malam itu:
“Cinta adalah hujan yang menulis kita berdua di waktu yang berbeda.”
Dan seiring kalimat itu selesai, Rendra perlahan memudar bersama rintik hujan.
Yang tersisa hanyalah kertas basah di tangan Aira — kosong, tapi hangat, seolah tinta baru saja mengering di atasnya.
Ia menatap halaman itu, lalu berbisik,
“Kalau kau benar menulis di dalam hujan, aku akan membaca setiap rintiknya sampai dunia berhenti mendengar.”
Capítulos em Alta