Raja Mafia Tertipu Pelakor
Saat aku membuka pintu salah satu kamar pembantu yang sempit, aku tertegun.
Tessa dan Milo duduk berpelukan di lantai kotor, dikelilingi kantong sampah. Seekor tikus berlari di antara tumpukan sampah, terbiasa dengan lingkungan itu. Tessa selalu rapuh, bahkan sejak bayi. Kini tubuh mungilnya terlihat makin kurus, seperti akan patah jika tertiup angin. Wajah Milo berlumur debu. Pakaian mereka bernoda dan sobek, kainnya begitu lusuh hingga motifnya nyaris tak terlihat.
Sementara putri Harvana tidur di lantai atas di atas seprai sutra, mengenakan gaun baptis berenda, makan dengan sendok perak .... Anak-anakku dibiarkan membusuk dalam kehinaan.