KEMBALINYA SANG RATU
lanjut Ratu Wakaaka, “adalah lelaki yang pernah hadir dalam hidupku. Ia berasal dari negeri jauh, dari tanah Jawa. Lelaki itu mendorongku untuk menaiki tahta, untuk memimpin negeri ini. Ia kemudian dikenal sebagai si Batara, seorang yang punya tugas besar seperti lelaki di sampingmu sekarang.”
Sinta membuka matanya perlahan, menatap Jun yang tenang menyetir. Kata-kata Ratu Wakaaka terus berputar di pikirannya. “Apakah ini tanda? Apakah hubungan kami juga memiliki makna yang lebih besar, seperti yang dimiliki Ratu Wakaaka dan si Batara?” pikirnya.
Hujan semakin deras saat mobil mendekati hotel tempat Sinta menginap. Suara tetesan hujan bercampur dengan deru mesin, menciptakan suasana intim di