Kehidupan Ketiga Sang Villainess
"Tapi kalau kita selamat, aku tetap akan menjebloskanmu ke penjara atas kejahatan perang lima ratus tahun lalu."
"Dan aku akan tetap membakar kerajaannmu, Pahlawan Kesiangan," balas Xaverius menyeringai tipis.
Reuni pahit itu resmi terbentuk.
Sementara para pria sibuk berdebat tentang cara mati yang paling efektif, Aurelia duduk sendirian di teras gubuk tua itu.
Di pangkuannya, buku kulit kosong yang ia temukan tergeletak terbuka. Pena bulu angsa di tangan kanannya terasa berat, seolah terbuat dari timah.