Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Cinta Satu Malam

Bukan Cinta Satu Malam

​Satu garis merah tegas muncul di bagian kontrol, dan tepat di sampingnya, sebuah garis merah lain—awalnya samar namun perlahan menebal menjadi sangat jelas—ikut muncul dengan angkuh. ​Dua garis merah. Positif. ​Testpack pertama memperlihatkan dua garis tegas. Testpack kedua menampilkan logo tambah (+). Dan testpack digital ketiga menampilkan tulisan yang begitu menohok matanya: PREGNANT 3+.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai red lines
Baca
+Pustaka
Nona Incaran Ketua Mafia

Nona Incaran Ketua Mafia

Satu per satu jarinya meregang, bunyi sendi berderak halus di udara sunyi. "Kita selesaikan masalah ini dengan sederhana, bagaimana kalau kita taruhan?" kata Shin, datar. "Kalahkan aku dalam pertarungan tanpa senjata." Anggota Red Line bersorak senang, berbeda dengan suara gaduh penuh keengganan dan kekhawatiran dari anggota Cross Broke. "Ketua—" Maggio mengangkat tangan, menyuruh mereka diam. Tatapannya kembali pada Shin.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai red lines
Baca
+Pustaka
Aku yang Hebat Ditolak Nikah?

Aku yang Hebat Ditolak Nikah?

Hampir segera setelah Zofar meninggal, garis merah tiba-tiba keluar dari tubuhnya dan menuju langsung ke Fandy. Karena begitu cepat, Fandy tidak punya waktu untuk bereaksi, garis merah pun menghilang tanpa jejak. Fandy segera duduk bersila untuk memeriksa dirinya sendiri lalu segera menangkap garis merah. "Dengan kekuatanku saat ini, aku perlu menekannya selama sebulan untuk menyempurnakan garis merah ini."
9.4380.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.4K kali sebagai red lines
Baca
+Pustaka
Marrying My Contract Bride

Marrying My Contract Bride

Presentasi yang dilakukan Mark sudah selesai dan ruangan mendadak hening sejenak. Client tersenyum tipis, mengangguk dan saling pandang, dapat Mark lihat jika ada ketertarikan yang jelas dari sorot mata mereka. Alicia dan Sam pun juga dapat melihatnya, mereka mulai merasa sedikit lega. Namun disaat semua yang ada di dalam ruangan sedang merasa senang dan puas dengan presentasi dari Mark dan perwakilan Zhongsheng Construction hendak memberikan ulasan yang baik.. tiba-tiba layar presentasi mendadak terdapat garis-garis yang bergetar, lalu hilang dan berganti dengan layar hitam. Sekejap kemudian, deretan huruf kapital merah muncul. Deretan huruf itu bertuliskan..
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai red lines
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Pesan itu hanya terdiri dari satu baris, dengan warna merah darah yang mengancam. `[PERINGATAN: ANCAMAN EKSISTENSIAL TERDETEKSI. PROTOKOL KONTAMINASI DIMULAI.]`
894 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai red lines
Baca
+Pustaka
Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan

Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan

Dua garis. ​Ririn menahan napas. Matanya beralih ke alat kedua. Dua garis. Alat ketiga garis dua berwarna merah muda terang. Alat keempat dan kelima pun menunjukkan hasil yang sama. Semuanya menampilkan dua garis yang tegas. Garis dua. ​Pertahanan Ririn runtuh. Air matanya menetes begitu saja membasahi pipi. Tangannya bergetar hebat saat meraup kelima test pack itu. Dia membuka pintu kamar mandi.
9.7241.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai red lines
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Baca Semua Ulasan
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Satu garis tipis. Tapi garis itu memecah seluruh langit menjadi ribuan retakan. Naira menjerit. Revan memekik namanya. Dunia berguncang seperti makhluk hidup yang sedang sekarat. Tetapi garis itu… berubah. Menjadi huruf. Lira menulis huruf pertama dari sesuatu yang dunia tidak ingin ia tulis lagi. Huruf itu bercahaya emas merah.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai red lines
Baca
+Pustaka
Red in Us

Red in Us

ujar Rabu. “Kenapa? Karena kita sebenarnya sejak dulu tak sepenuhnya kuning? Because there is Red ini Us?” tanya Katha sembari menatap tepat pada mata Rabu. Sudut-sudut bibir Rabu terangkat membentuk senyum yang begitu cerah. Dia kembali menggenggam tangan Katha erat. “Iya,” jawabnya. “Karena ada merah dalam persahabatan kita. Sejak lama.”
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 598 kali sebagai red lines
Baca
+Pustaka
Langit Merah

Langit Merah

Penampilan mereka tampak sama, seragam dengan model yang sedikit berbeda antara perempuannya dan laki-lakinya, warna pakaiannya adalah hitam dengan garis abu-abu di beberapa tempat. “Wah, betulan ada sungai!” seru salah satu perempuan dari mereka. “Fiona, ayo kita pergi,” bisik Ema, mengajak Fiona untuk naik ke permukaan. “Akhirnya, eh?!” salah satu dari mereka ternyata menyadari keberadaan Fiona dan Ema. “Tunggu!” serunya. Pemuda yang berseru itu, menarik perhatian semua rekannya. Dan akhirnya mereka semua melihat ke arah yang sama, ke arah Fiona dan Ema.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai red lines
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander

Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander

sebuah garis merah lain yang tak kalah tebal dan jelas perlahan terukir sempurna. Dua garis merah. Dada Selina seketika bergemuruh hebat. Tangannya bergetar hebat hingga alat tes itu nyaris terjatuh jika tidak segera ditahan oleh jemari Zander. "Mas ... ini ... ini dua garis, kan?" bisik Selina dengan suara tercekat, air matanya menetes tanpa bisa dibendung lagi. "Aku tidak salah lihat, kan?"
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai red lines
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status