MENANTU TANPA RESTU
"Kalau restu artinya kamu harus disakiti terus, aku lebih pilih kita berjuang dengan doa. Aku yakin, kalau kita tulus, Allah sendiri yang akan lembutkan hati Ibu suatu hari nanti."
Malam itu, Nadinmerasa sedikit lebih tenang. pelukan dan nasehat suami nya selalu menjadi obat penenang terbaik yang Nadin punya.
Namun jauh di kamar sebelah, Bu Rahayu yang sebenarnya belum tidur, diam-diam mendengar percakapan mereka. Air matanya jatuh. Ada benturan hebat dalam hatinya antara gengsi yang tak mau kalah, dan perasaan seorang ibu yang mulai sadar, menantunya mungkin lebih tulus dari yang pernah ia kira.
Capítulos em Alta