Petaka Mendua
Berkali-kali Raka mencoba membangunkannya, akhirnya ia pun bangun.
"Ayo kita salat," ajak Raka.
"Salat apa?" tanya Tania, membuat Raka langsung mengucapkan istighfar berkali-kali, syok rasanya, istrinya benar-benar sudah berubah, ia seperti orang asing saat ini.
"Salat subuh! Ayo," kata Raka tegas, sambil memegangi tangannya.
"Mas, aku lupa, lupa salat."
"Hah? Tania, astagfirullah." Raka memekik, rasanya ia benar-benar keruntuhan batu besar, istri sholehanya, ia juga melupakan salat dalam waktu beberapa bulan saja, ya Allah.
Chapitres populaires