Kau Khianati Aku, Kunikahi Ayahmu
Anak yang sering ia puji ketampanannya, anak yang ia pikir adalah anak kakak iparnya, ternyata adalah hasil pengkhianatan suaminya sendiri di atas ranjang kakaknya.
Revan, sebaliknya, justru terlihat sangat tenang. Ia mengambil kertas hasil tes tersebut, membacanya perlahan, baris demi baris. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum miring yang mengerikan.
“Terima kasih, Rif. Ini lebih dari cukup,” kata Revan dingin.
“Apa yang akan kamu lakukan, Van?” tanya Arif khawatir. Ia tahu karakter Revan, pria ini tidak akan memukul dengan tangan kosong, ia akan menghancurkan lawan sampai ke akar-akarnya.
Bab Populer