Dua Sisi
"
Revan mencoba menahan-nahan emosinya di antara para mahasiswa yang pasti usianya masih jauh di bawahnya itu. Dia tidak ingin terlihat sebagai manusia gua yang ingin memperlihatkan garis teritori. Dia ingin main cantik saat ini. Apalagi ada Embun dan Ibell di sini. Dia tidak ingin menakuti para wanita lugu ini dengan kebrutalan ala lelaki. Dia akan mencoba mengikuti permainan Arkan dulu. Lo jual, gue beli.
"Hallo Ibell, apa kabar? Lama juga kita tidak berjumpa ya? Ibell kangen nggak sama saya, hmmm?" Revan mulai mencoba memanasi Arkan yang terkenal frontal kalau sudah menyangkut masalah pujaaan hatinya.
Satu.
"Kangen dong, Pak. Mungkin ada sebulan juga kita nggak berjumpa ya, Pak? Bapak ke
Hot Chapters