Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Jose mengeluarkan sesuatu bersembunyi di belakang tangan yang tidak terluka. 'Ini bunga untuk wanita tercantik dan terbaik," ucapnya memberikan. Satu buket bunga lily yang sangat indah dan terlihat elegan. "Jose, ini bagus. Apa kamu tau kalau ini bunga kesukaan aku," balas Victoria menerima.
108.7K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 226 Vezes como rohan bunga
Ler
+Biblioteca
Kebangkitan Dewi Bunga

Kebangkitan Dewi Bunga

Semakin lama mendengar, dadanya semakin terasa sesak. Pohon besar di atas mereka bereaksi. Perlahan muncul energi yang membentuk sekian banyak kelopak bunga. “Dewi memberkati kita!” “Setelah sekian lama, akhirnya pohon roh berbunga!” seru beberapa makhluk dengan wajah berseri. Kelopak-Kelopak bunga itu jatuh mengenai para makhluk. Tubuh mereka perlahan berubah usai menerima energi dari kelopak bunga.
101.4K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 47 Vezes como rohan bunga
Ler
+Biblioteca
 Ranjang Pengantin

Ranjang Pengantin

Hal itu membuat Jim tak lagi ngotot. Pagi ini, Luna tak bisa menyembunyikan senyum dari wajahnya. Entah kenapa, hari ini berasa dipenuhi bunga bunga mekar yang mengeluarkan harum semerbak. Hal itu tak luput dari mata jeli Lia, wanita yang suka ingin tau itu menyipit melihat wajah Luna yang berseri seri. "Kau memang lotre?"
1023.1K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 783 Vezes como rohan bunga
Ler
+Biblioteca
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Melihat sesuatu yang hendak ditunjukkan padanya. Kini mereka memasuki sebuah toko bunga yang tidak terlalu besar namun lumayan ramai. Dari luar nampak desain minimalis serba vintage yang akan menarik pembeli terutama wanita. Di depan kaca, nampak deretan keranjang-keranjang bunga yang berjajar rapi. Mulai dari bunga mawar, tulip, zinnia, lavender, azalea, anyelir dan banyak lagi. Pintu dibuka, lalu terdengar suara lonceng berdenting di atas pintu. Refleks para pengunjung menoleh seketika, melihat siapa yang datang. Namun, tak lama mereka kembali abai. "Ada yang bisa saya bantu?" Seorang wanita muda menghampiri Anjel. Sepertinya ia adalah karyawan di sini, terlihat dari celemek yang ia kenaka
104.2K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 152 Vezes como rohan bunga
Ler
+Biblioteca
Renjana

Renjana

ujar Irine yang juga tiba-tiba nongol entah dari mana sambil menarik tanganku ke hadapan dua orang cowok. “Tuh, pilih salah satu,” katanya lagi. “Pilih? Gaya kamu Rin, kayak emak-emak jualan kacang dipasar,” candaku. Yang satu hitam, pendek, yang satunya lagi putih, tinggi. Ya, jelas aku memilih yang putih dan tingggi lah, begini-begini, aku jagonya memilih. Aku mengulurkan tanganku, tersenyum sambil bertanya” Hai, aku Renjana, kamu?”
103.1K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 111 Vezes como rohan bunga
Ler
+Biblioteca
Kuranji

Kuranji

Kuranji bertanya dengan bahasa yang sopan. Tetua kampung terkekeh pelan. “Oh, tidak. Hanya saja … awak teringat kata orang tua dulu. Konon, Kuranji dikenal sebagai bunga yang hanya mekar dua belas tahun sekali.” “Saya baru mendengarnya hari ini,” sahut Kuranji sambil menyesap teh secang yang berwarna merah. “Itu cuma cerita dari mulut ke mulut. Awak pun belum pernah melihatnya.”
103.3K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 78 Vezes como rohan bunga
Ler
+Biblioteca
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

jawab Utari sesenggukan sambil memetik Bunga Azalea berwarna merah muda di sampingnya, mematah - matahkan kelopak Bunga itu hingga menjadi kecil - kecil. "Hidup itu seperti tanaman, kadang berbunga cantik lalu kemudian gugur setelah itu muncul lagi kuncup bunga baru, dia harus berusaha agar mekar dengan indah, seperti itu hidup terus berjalan!" ucap seorang laki - laki kepada Utari yang sedang menangis di halaman belakang kerajaan. Laki - laki itu adalah Raden Arya Kartanagara. Putra pertama dari Sri Maharaja Kartanagara. Putra Mahkota sekaligus calon penerus kerajaan.
107.8K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 163 Vezes como rohan bunga
Ler
+Biblioteca
Blue Flame

Blue Flame

Sebastian menatap mawar hitam itu beberapa detik, seolah memilih kelopak paling sempurna. Lalu tanpa ragu, tangannya memetik satu tangkai dengan gerakan lambat namun tegas. Kelopak bunganya tetap segar seakan tak tersentuh perpisahan. Ia melangkah maju, mengangkat bunga itu ke dekat wajah Rohana. Kelopaknya hampir menyentuh ujung hidung gadis itu. Jarak mereka kini hanya beberapa inci. “Anggap ini hadiah karena kau bersedia merawat bunga spesialku,” ucapnya lembut, namun nadanya tajam, seperti bilah tipis tersembunyi dalam sutra.
650 visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 23 Vezes como rohan bunga
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
1234567
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status