Salah Kenal di Rumah Hantu
Kasur yang lembut itu terasa seperti rawa, menyeretku perlahan ke dalam keputusasaan.
Aku refleks mundur ketakutan seperti tersengat listrik. Berusaha mati-matian menjauh darinya, meronta-ronta, air mata terus mengalir.
“David, kalau yang kamu mau itu uang, aku bisa memberikannya! Jangan sentuh aku!”
“Benar, aku memang mau uang. Kamu itu anak orang kaya, pasti bisa meminjamiku beberapa ratus juta, kan?”
Bab Populer