Oleh-oleh Perjalanan Dinas Suamiku
Segera saja aku masuk ke dalamnya, tak sudi berlama-lama bicara dengan si pecundang tak tahu malu seperti Mas Raka.
***
"Ma, kapan kita pulang ke rumah kita, Ma? Kenapa kita tinggal di rumah nenek terus?"
Pertanyaan Kayla di suatu malam, membuatku menoleh. Kutatap wajah cantiknya, lalu kubelai lembut rambut tebal nan legam milik Kayla.
Jenis rambut yang ia dapatkan karena menuruniku.
"Kayla Sayang, memangnya Kayla nggak seneng ya, tinggal di sini sama Mama, nenek, dan Tante Puspa?" Aku melempar pertanyaan balik pada Kayla.