MERTUA IDAMAN
“Kok, bisa begini, ya? Ini saljunya berasal dari mana? Ini pasti mahal, Mas.”
“Aku juga baru tahu kalau mereka ngasih ini. Bagus banget ini, Mir.”
“Bagus, Mas. Cocok untuk lampu tidur.”
“Suka sama kadonya?”
“Suka, Mas. Suka banget,” kataku yang masih tak bosan menatap butiran salju yang terus bergerak turun. Rupanya ada lubang kecil di bagian atas—tempat salju buatan itu keluar, kemudian saat sudah di bawah, ada alat yang menyerapnya sehingga kembali ke atas.