Ranjang Panas Suamiku
Tubuh pria itu terlihat indah, lengan berotot dengan garis urat yang tercetak jelas, bahu lebarnya begitu memabukkan, terlebih bagian bawah pria itu yang terlihat besar dan panjang.
"Kulum!" Perintah Sambara lembut, mengusap bibir Agnira perlahan dengan ibu jarinya, "jangan sampai terkena gigi."
Agnira terdiam, tubuhnya menegang saat benda berurat itu berada tepat di depan mukanya. Jemarinya bergetar samar, rasa hangat dari benda di depannya membuat degup jantung Agnira berpacu cepat. Perlahan dengan rasa ragu, Agnira mulai mendekatkan dirinya, ujung benda itu menempel pelan di bibirnya, cairan bening keluar perlahan dengan rasa lengket yang membuat ia tidak nyaman.
Sikat na Kabanata