Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!
"Lihat sudut bibirku ini, Bayu. Ini bukan cacat lahir, tapi cacat karena aku harus mengulum batang miliknya sampai berjam-jam!"
Aku terkejut bukan main, Kak Lora memang pintar merias wajahnya. Tapi saat dia menunjukkan sudut bibirnya yang berbekas, barulah aku sadar.
Rahangku terasa ketat seketika, penuh dengan amarah. Pria itu akan kuhajar! geramku dalam hati dengan kedua mata yang sudah penuh dengan sklera merah.
"Aku akan menuntut pembalasan atas semua ini!" tegasku menyakinkan Kak Lora sambil mengelus pelan sudut bibir itu dengan jari jempolku.