Kristal Jiwa Raja Naga
Tak bisa dipungkiri, jika kalimat-kalimat yang keluar dari bibir permaisuri berhasil menghancurkan perasaan dan pendirian Raja Hangga Wijaya.
Tanpa terasa, linang air mata menggaris di kedua belah pipi sang raja yang menjadi basah karenanya.
'An Zi, anakku yang malang. Dia terlahir sebagai seorang pangeran, tetapi juga mengalami nasib yang tidak terlalu beruntung,' bisik hati Raja Hangga Wijaya dengan perasaan sedih.
Raja Hangga Wijaya memejamkan kedua matanya, merasakan sesak dalam dada. Memangnya ayah mana yang ingin berpisah dari putra kesayangannya?