KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Jangan ditanya dulu dong. Mending sekarang Lo pesen makanan, Naira pasti lapar.“ Meera menyahuti.
“Bener banget itu. Aku juga lapar,“ sahut Adila.
“Iya juga, ya. Kenapa gue lupa?“ gumam Cantika sambil mengeluarkan ponselnya dan membuatku tiba-tiba teringat pada ponsel yang kini tinggal bangkainya saja.
“Lo ngelamunin apa?“ Meera yang menyadari itu, menatapku dengan alis terangkat sebelah.
Aku menggeleng, “nggak apa-apa. Cuma inget sama ponselku, sekarang matot,“ jawabku. Membuat mereka bertiga kompak menatapku.
“Serius?“ tanya Meera. Aku mengangguk.
“Kenapa tadi nggak cerita?“ Adila menambahi.
Bab Populer