Boss With Benefit
”
”Tadi katanya boleh ganas,” Devan membuka paha Naila lebih lebar, “jadi nggak bisa pelan-pelan, Nai.”
”Nggak ada yang dikejar, kok. Kita punya banyak waktu—ah.” Protes yang dilayangkan Naila tergantikan oleh erangan penuh nikmat dari bibirnya.
Devan tidak pernah tahu kalau dirinya bisa gila seks seperti ini, sebelumnya Devan tidak terlalu tertarik pada seks, kini ia begitu kecanduan. Seks lebih nikmat daripada alkohol dan narkotika, seks lebih memuaskan, pikirannya bisa ditenangkan karena seks—atau karena cara Naila yang selalu membiarkannya menggila.
Bab Populer