LEBIH BAIK KITA BERPISAH
Kami hanya tak ingin membuatnya terkejut, karena kebetulan, lemari itu mendominasi ruang tengah.
Senja membaringkan tubuh dengan menjadikan pahaku sebagai bantal. Kuusap rambut hitam legamnya yang panjang hingga sepunggung. Rambut itu lurus sempurna meski tanpa sentuhan salon, halus, lembut dan selalu menguarkan aroma wangi. Di rumah, di hadapanku, Senja gemar menggunakan daster-daster berwarna cerah dengan potongan yang cantik, dan tentu saja seksi. Apalagi dengan perutnya yang semakin besar, dan pipinya yang chubby. Setiap kali, aku selalu merasa bersyukur mendapatkan bidadari ini sebagai pendampingku, meski di awal hubungan kami, Jonas yang diserang sesal karena mencampakkannya, terus ber