Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

ujar Siska. "Lah kenapa?" tanya pekerja itu lagi. "Iya ntar kalau uda bisa hidup sendiri, ntar di cat lagi deh. Warna pelangi," ujar Siska ketus. Dan tanpa basa basi lagi, Pekerja salon itu pun langsung mengecat rambut Nana kembali. Dan setelah beberapa lama menunggu, akhirnya rambut itu kembali seperti rambut Nana yang semula.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai senja lukisan
Baca
+Pustaka
Senja di ufuk barat

Senja di ufuk barat

Mike hanya diam dan senang dapat melihat Alana bisa tertawa seperti itu. Namun disisi yang lain, ketika Alana dan Mike tak menyadari sesuatu hal. Elina diam-diam dengan sengaja merusak baju-baju yang telah Patricia siapkan untuk pameran. ****** Keesokan paginya, Alana sangat bersemangat untuk menunjukkan hasil karyanya pada Patricia. "Kak...sudah selesai..."ucap Alana dengan senang. "Waaaw...oke kita keep ini ya...berarti sudah ada sepuluh sample ya untuk pameran..kita berangkat nanti sore oke...?"ucap Patricia dengan percaya diri.
9.92.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai senja lukisan
Baca
+Pustaka
Sketsa

Sketsa

“Hmm, kapan aku bisa meikmati hidupku seperti mereka dan menemukanmu?” Manik gadis itu menyorot satu pigura besar yang di dalamnya terdapat lukisan laki-laki dengan rambut hitam legam dengan manik biru yang indah. Di bawah lukisan tersebut ada tulisan kecil bertuliskan ‘Gerald’. ***
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai senja lukisan
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

ucapnya merendah. "Iya, saya doain banyak yang suka dengan lukisan Mas Adi ya." "Aamiin ... terima kasih banyak, Mbak." Tidak terasa aku pun sudah sampai di pusat perbelanjaan, karena keasyikan mengobrol dengan Mas Aditia, menurutku Mas Aditia itu orangnya baik, ramah juga suka bercanda, tetapi tidak berlebihan, punya bakat yang bagus pula.
1010.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai senja lukisan
Baca
+Pustaka
Mas Sena

Mas Sena

ia merasa nyaman dalam pelukan Sena. “Malah tidur heheh,”ucapnya sambil menyunggingkan senyumnya. Sena kali ini merasa Senang. dirinya tidak ingin membuang kesempatan. Perlahan dilihat wajah Zelina yang begitu damai dengan kedua mata yang sembab. Sena pun mengulas senyumnya lagi. bagaimana bisa singa galaknya berubah menjadi panda yang begitu menggemaskan. “Zel jangan bergerak, kau membuatnya semakin sesak,”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai senja lukisan
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

Kata Ira Mereka kembali fokus pada pelajaran tanpa memperdulikan hal lain. Satu pelajaran pun telah usai, pelajaran kedua adalah pelajaran seni rupa. Ira tidak memiliki bakat menggambar, Ira tidak tahu apa yang akan dia lakukan jika tidak bisa menggambar. “Ira kamu mau gambar apa?” Tanya Furkam “Entah aku tidak ingin menggambar.” Jawab Ira yang tidak meyukai menggambar.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai senja lukisan
Baca
+Pustaka
Sang Penata Rias

Sang Penata Rias

Tanda pengenalku itu bertuliskan ‘Jaeryn Salim – Makeup Artist’. Setelah beberapa saat di dalam lift, aku bertemu dengan beberapa staff lainnya. Aku ingin menegur, tetapi mereka sedang sibuk berbincang ria. Mereka mengosipkan pria idaman mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Geraldy. Mereka merasa begitu bersyukur dapat bekerja di sini dan dapat sering bertemu dengan Geraldy. Mereka mengakui bahwa sikap dingin yang ditunjukkan oleh Geraldy adalah sebuah pesona yang sangat mematikan. Pesona yang harus dimiliki setiap pria jika ingin diakui sebagai pria jantan.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai senja lukisan
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Tanyaku dalam hati. Aku memalingkan wajahku, malu tapi mau, marah tapi senang, bagaimana aku harus menggambarkannya kepad kalian tentang perasaanku sekarang. Semua bercampur aduk tak karuan. Aku kesal tapi kemudian aku tersenyum. Adit berlari mengejar Dito, "Anjing kau ya!" Si "anjing" pun berlari menghindari tinjuan main-main si Adit. Sedangkan dua lainnya masih berdiri di depanku dengan senyum yang....bagaimana ya, senyum yang aneh, sedikit merendahkan, tapi juga senyum yang menggelitik, seolah-olah aku badut yang membuat mereka tak ingin berhenti tersenyum.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai senja lukisan
Baca
+Pustaka
Jodoh untuk Senja

Jodoh untuk Senja

katanya sambil tersenyum pada Senja. "Setidaknya, nggak ditolak lagi." balas Senja pada Langit yang sukses membuat Langit langsung terpegun dan setelahnya tertawa renyah karena Senja sedang menyindirnya. "Maaf ya karena aku dulu sok ganteng." ucapnya, "Tapi, aku emang ganteng sih. Sampe kamu tembak dua lagi." katanya sambil mengambil minuman di dekat Senja.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai senja lukisan
Baca
+Pustaka
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

celetuk Mawar. Hanya senyuman getir yang bisa Santi sunggingkan. Para senior di hadapannya tampak ramah. Akan tetapi, isi di dalam pikiran setiap orang tak bisa ditakar secara kasar mata. Setelah sesi perkenalan selesai, Keukeu menggiring para “artisnya” ke ruangan utama. Sebuah ruangan yang akan menjadi tempat pelelangan.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai senja lukisan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status