Renjana
Tanyaku dalam hati.
Aku memalingkan wajahku, malu tapi mau, marah tapi senang, bagaimana aku harus menggambarkannya kepad kalian tentang perasaanku sekarang. Semua bercampur aduk tak karuan. Aku kesal tapi kemudian aku tersenyum. Adit berlari mengejar Dito, "Anjing kau ya!" Si "anjing" pun berlari menghindari tinjuan main-main si Adit. Sedangkan dua lainnya masih berdiri di depanku dengan senyum yang....bagaimana ya, senyum yang aneh, sedikit merendahkan, tapi juga senyum yang menggelitik, seolah-olah aku badut yang membuat mereka tak ingin berhenti tersenyum.
Bab Populer