Rimba Memburu Senala
Senala menunjuk wajahnya sendiri, “aku adalah perempuan, bukan nenek-nenek, yang pertama kamu lihat sedang mencuci muka di depanmu, begitu maksudmu?”
“I ..., i ..., i-ya,” jawab Rimba. “Bukan nenek-nenek seperti Nenek Suyatim.”
Senala terpingkal-pingkal. Si Manis melihat Senala dan mengikuti gerakan gadis itu: berguling-guling di pinggir sungai, ke kiri ke kanan. Senala tertawa terpingkal-pingkal sedang si Manis mencicit. Wajah Senala kembali kotor oleh tanah basah akibat tertawa sambil berguling-guling. Dia mengusap wajahnya sembari berkaca di aliran sungai.
Bab Populer