MY TOXIC Husband
Dadanya sesak, napasnya terengah-engah, seperti di ujung jurang kehancuran.
Senyum getir dan penuh keterpaksaan terpatri di bibir Quensa, sebuah senyum yang dipaksakan untuk menyembunyikan luka yang menggerogoti kalbunya. "Selamat... semoga lancar acara pernikahannya," ucapnya pelan, suara bergetar, seperti berusaha keras menahan gelombang empedu yang mengancam pecah di dada.Di balik kata-katanya, ada lautan luka dan ketidakpastian yang menggeruduk hati.
Bab Populer