Silakan Urus Sendiri Ibumu, Mas!
Karena selama ia menikah dengan Mas Raka, Ibu dan Bapakku dianggapnya sebagai seorang pembantu, di rumahnya sendiri.
Sedangkan ia enak-enakan bagaikan ratu. Gemes aku tuh, kalau mengingat tentang kelakuan Mbak Iren, yang penuh sensasi. Ia itu ular berkepala dua, bisa berubah dalam satu waktu. Iren seorang menantu kurang ajar, yang tidak memiliki etika, serta sopan santun.
"Ya begitulah, Mas. Maaf, kalau aku ikut campur. Karena di sini ia telah memperlakukan orang tua kita dengan semena-mena, makanya aku pun merasa mesti ikut campur," terangku.