Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Berikan Suamimu Untukku, Mbak

Berikan Suamimu Untukku, Mbak

Tapi sepertinya ibu sedang memikirkan sesuatu. "Tunggu dulu. Abid? Bukannya Aruna memang punya teman bernama Abid dulu." Aduh, kenapa ibu bisa tahu dan mengingatnya. Aku jadi merasa terjebak dengan ucapanku sendiri pada mbak Alya tadi. "Benarkah, Bu. Anaknya tinggi. Bicaranya lembut dan sopan. Ada lesung pipinya." Mbak Alya menjelaskan ciri-ciri Abid. Semoga Ibu lupa. Tapi ngomong-ngomong kapan ibu bertemu Abid ya?
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai ada ibu
Baca
+Pustaka
SARANG PREDATOR

SARANG PREDATOR

kata ibuku dengan senyum yang sangat antusias. Adib mengangguk, tangan dikeluarkan dari dalam saku lalu diangkat setinggi perut. “Aku Adib, Tante,” katanya memperkenalkan diri. Setelah menjabat tangan Adib, ibuku berkata, “Kalian teman satu kampus?”
1024.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 601 kali sebagai ada ibu
Baca
+Pustaka
Dikejar Lagi Oleh Suamiku

Dikejar Lagi Oleh Suamiku

**** "Namanya Abisatya Legawa." Ibu memberitahuku nama bayi yang lucu dan menggemaskan ini. Sayang tak ada sosok ibu yang menemani di setiap langkahnya kelak. Hati tersentuh ketika pertama kali melihatnya seperti ada ikatan batin. "Apa ayah sudah menerima kehadiran Sarayu, Bu?" Pertanyaanku hanya dijawab gelengan kepala Ibu. "Ayahmu itu aneh. Dia tak mau menerima Sarayu sampai kapanpun, tetapi mau menerima Abi. Lucu, bukan?"
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai ada ibu
Baca
+Pustaka
Unperfect Marriage

Unperfect Marriage

Sangat tulus, sampai Bigel tidak dapat berkutik karena rasanya begitu memeluk hatinya. Hasbi tidak pernah menyangka sang ibu berbicara seperti itu, melihat apa yang dia ekspresikan selama ini pada menantu pertama Abraham, istri dari putra kedua Abraham, Arsenio. Lainnya, ibunya seperti bersikap datar pada kehadiran Irasya. “Mama?” Hasbi pikir, ibunya dirasuki makhluk halus. “Mama tidak akan menciummu. Mama pergi, sekalian mau menjemput Rico.”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai ada ibu
Baca
+Pustaka
Stupid Love With Crazy Bad Boy

Stupid Love With Crazy Bad Boy

Sangat damai melihat wajah tampan dihiasi senyum menawan. “Kamu sama siapa, Mama kamu mana?” Tanya Abimanyu menghentikan obrolan Abit dengan Dimas. “Aku sama Mama, Bunda, dan nenek, om!” Abimanyu mengernyit bingung, ‘Mama dan Bunda’. Apa anak itu sedang mengerjainya, pikir Abimanyu. Mana mungkin ia bisa memiliki dua ibu sekaligus. “Sekarang Mamanya mana? Biar om antar, nanti kamu nyasar,”
9.548.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai ada ibu
Baca
+Pustaka
Pernikahan Palsu

Pernikahan Palsu

Tanya ibu sambil memandang putrinya itu "Baik ibu, oiya ini kemarin Abe belikan baju buat ibu. Moga ibu suka ya" "Lo kok repot. Mantu mana, ngak ikut kah?" "Maaf ibu, Abe sedang sibuk jadinya aku yang kesini sendirian" "Ngak apa-apa nak, pokoknya kalian sehat-sehat" "Selain itu juga Abe ada rencana belikan ibu pompa air. Katanya biar ibu ngak capek nimba lagi"
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai ada ibu
Baca
+Pustaka
Ibu Mertua Luar Biasa

Ibu Mertua Luar Biasa

"Suami saya itu anak mami, dia gak punya pendirian, dia selalu mendengarkan ucapan ibunya yang toxic, sementara ibunya seolah merasa tersaingi dengan kehadiran saya." "Kamu belum kenal sama ibu saya. Ibu saya itu mertua idaman para menantu, dia itu selalu memperlakukan semua menantunya dengan penuh kasih sayang." "Wah, beruntung banget istri Pak Rudi." "Tapi sebaik-baiknya ibu saya, istri saya malah lebih memilih cowok kaya hingga akhirnya sekarang saya menduda." "Oh, jadi Pak Rudi duda?"
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 583 kali sebagai ada ibu
Baca
+Pustaka
Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya

Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya

"Bagus! Dengan begitu Ibu tidak akan merasa kesepian lagi. Ya sudah, sebaiknya kamu cepat bersih-bersih. Nanti Ibu akan membereskan barang seadanya untuk ikut kamu, nanti sisanya bisa dikirim kapan saja, kan?" "Iya, Bu. Ibu, benar." Setelahnya Adiba pergi dengan perasaan senang. Dia akan benar-benar memulai hidup baru bersama orang yang dicintainya. Ini tak masalah, jika bertemu dengan ibu tiri dan ayahnya, yang penting selama masih ada Ibu, dia akan tetap kuat menghadapi semua tantangan di hidup ini. Di tempat lain, saat ini Maura sedang bersih-bersih rumah Lusi. Sebenarnya, dia menggerutu, tapi dia tidak mau sampai diomeli lagi.
9.7257.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.5K kali sebagai ada ibu
Baca
+Pustaka
Kekasih Tetangga Suamiku

Kekasih Tetangga Suamiku

Jujur, aku tidak tertarik dengan makanan, seperti terlihat hambar dan tidak menarik sedikitpun perhatianku. “Sedikit saja, kamu pasti tidak ingin bertemu dengan putrimu dalam keadaan seperti ini. Dia pasti sedih melihat ibunya sakit,” Benar, sebesar apapun masalah yang dihadapi saat ini, Adiba tidak boleh tahu. Aku harus terlihat kuat di hadapannya, karena aku adalah ibu hebat di mata Adiba. Aku pun mengambil mangkok di tangan Dika, menyuap perlahan bubur yang terasa sangat hambar.
652 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai ada ibu
Baca
+Pustaka
Wanita Kampungan itu Ternyata Calon Istri Bos

Wanita Kampungan itu Ternyata Calon Istri Bos

Abiya pun tak bisa berkata-kata saat melihat ibundanya tak berucap lagi sepatah kata pun hingga sampai di rumah. “Apa yang terjadi, Non? Kenapa pulang nggak diantar sama Papa Abi?” tanya Mbok Narti saat keduanya sampai di dalam kamar Abiya. Dengan wajah cemberut, gadis kecil itu mulai mencopot pakaian dan atributnya satu per satu. “Mamanya Papa Abi jahat. Bia tahu sekarang kenapa tadi mama nggak boleh memanggilnya 'nenek',” ucap gadis kecil itu dengan nada gumaman.
1027.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 733 kali sebagai ada ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status