Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CERAI

CERAI

tutur zaira tersenyum menatap sang ibu. Bu sari menghampiri putrinya itu dan memeluknya erat. Ra, maafin ibu ya nak kamu belum lulus sekolah udah berhenti karna kondisi ibu. Ibu merasa bersalah pada mu. tutur bu sari menatap sendu Zaira . sssttt,, Zaira menempelkan jari telunjuk nya ke depan bibir ibu nya. Ibu tuh ngomong apa sih..
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai serius
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

Teriak Irsab “Ahhhh.” Jawab Ira dan mendekati Irsab “Kamu dari tadi kah Ir?” Tanya Ira “Tidak aku baru aja sampai kok, oh ya ini aku udah pesankan kamu jus kesukaan mu jus alpukat.” Kata Irsab “Terimakasih.” Kata Ira “Ra gimana kamu dengan sekolahan kamu?” Tanya Irsab “Kamu jahat sekali Ir? Walaupun kamu sekolahya jauh tapi jangan terus melupakan aku dong, kenapa baru bertanya sekarang padahal sudah akan naik kelas dual oh ini.” Kata Ira
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai serius
Baca
+Pustaka
PESONA

PESONA

Nysa Faira Adafi Alena berkeringat dingin membaca diary Nysa sehari sebelum kematian itu lalu menoleh ke arah Alexa menatap tidak percaya Alexa yang berhasil menemukan titik terang kasus kematian kak Nysa bahkan polisi pun kalah hebatnya dari Alexa seharusnya Alexa tidak mengambil jurusan Sastra Indonesia tapi kepolisian saja atau detektif. "Kau dapat dari mana diary ini?" tanya Alena penasaran lalu menatap sekali lagi kertas di tangannya.
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 600 kali sebagai serius
Baca
+Pustaka
DERREL

DERREL

Ujar Surya membuat Wira kesal. "Mulut lo bau congor! bisa diem ga?" Wira membuat Surya mengerucutkan bibirnya. "Selalu serba salah aku tuh, udah kaya selena gomez." "Apa urusanya sama selena gomez bambank." "Ya? gak ada urusanya." Surya mengangkat bahunya. "Bacot! Mending lo diem sur. ngomong mulu lama-lama gw lakban lo." Sarkas Wira.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai serius
Baca
+Pustaka
Dewa

Dewa

' Letter sewarna darah itu berbaris melengkung di belakang sendiri, dengan huruf Comic San berukuran duapuluh lima centimeter. Sebelum pelajaran bermula, Bu Zifa mengabsen ke seluruhan siswa. Dari abjad pertama sampai terakhir. "Anang Febriansyah," "Hadir," "Afina Zuhara!" "Hadir," "Bambang Kusuma," "Hadir," Absen berjalan lancar sampai abjad 'C' "Chika maura Aurina," "Hadir," Namun mendadak terhenti di abjad 'D'
9.97.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai serius
Baca
+Pustaka
Tabib Jenius

Tabib Jenius

Matanya berbinar cerah, dan senyum lebarnya tampak begitu percaya diri atau mungkin terlalu santai untuk situasi seperti ini. “Siapa kau?!” bentak salah satu anggota dewan. Ardin melangkah masuk santai, seolah dia hanya masuk ke warung kopi, bukan ruang rapat perusahaan miliaran. “Namaku Ardin. Ardin Siregar. Aku ke sini karena katanya, aku dijodohkan dengan CEO cantik di tempat ini.” Seluruh ruangan membeku. Saraswati bangkit dari kursinya, wajahnya berubah dari dingin menjadi kaget, lalu bingung, dan akhirnya… marah. “Apa ini semacam lelucon? Siapa yang membiarkan dia masuk?!”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai serius
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

Victor benci melihat ada predator lain yang berani mengendus wilayah yang sudah ia tandai, terutama seseorang serendah Sony. "Aku memang suka yang serius, Sony," bisik Batari, matanya yang tajam mengunci mata pria itu selama satu detik yang mematikan, sembari menyadari bahwa Victor sedang memperhatikan mereka dari kejauhan. "Karena menurutku, hal-hal yang dilakukan dengan setengah hati itu... tidak akan pernah memuaskan."
10427 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai serius
Baca
+Pustaka
ANUBIS

ANUBIS

tanya anak laki-laki yang sangat mirip dengan si pemilik karet gelang. “Fenhrir, Ayah memanggilku Fen.” “Salam kenal sobat, namaku Kares dan ini saudaraku Feme.” Kares mengulumkan tangannya, mereka berjabat tangan. “Kalian sangat mirip!” tambah Fenhrir dengan sengaja. “Kami kembar, sobat!” tukas Kares dengan wajah datar. “Pesananmu siap Fen, Huja pasti sudah menunggumu,” potong Bibi Tsur.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai serius
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Pria Idiot

Terjebak Gairah Pria Idiot

Dan Theron, dengan mata biru polosnya, akan jadi kerusakan yang paling manis. Akhirnya, setelah bertarung cukup lama dengan iblis batiniah yang terus berbisik kepadanya dengan sungguh-sungguh, Seren melipat majalah yang sejak tadi hanya menjadi kedok, dan memanggilnya dengan suara serak seperti bisikan dosa. “Theron ....” Mata biru keabuan pria itu berkedip polos, “Ya, Seren?” ***
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai serius
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status