CINTA PERTAMA SI GADIS ES
serunya.
Sasya terkejut. "Kencan? Kencan apa?"
Ardi tidak menjawab, ia hanya menyeret Sasya ke area penyewaan sepeda di dekat danau. Mereka menyewa sepeda tandem, dan Ardi memaksa Sasya duduk di depan. Awalnya, Sasya canggung, takut, dan merasa konyol. Namun, saat Ardi mulai mengayuh dengan semangat, melintasi jalur-jalur hijau di sekitar danau, angin menerpa wajahnya, Sasya merasakan sensasi yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia tertawa. Tawa yang tulus, lepas, bukan tawa yang dipaksakan atau dirancang.
Hot Chapters