Cintaku 100 Hari
Ia menelan ludah dan berkata terbata-bata, "Se-sebenarnya... tapi Kakak jangan marah dulu, ya..."
Zira semakin curiga. Ia berjalan mendekat. "Iya, Kakak nggak marah. Ayo, kasih lihat."
Perlahan, dengan tangan gemetar, Syafiq mengulurkan benda yang disembunyikannya.
Sebuah kaca spion motor.
Zira menatap bingung. "Ini apa, Syafiq?"
Syafiq menggaruk kepala yang tidak gatal, wajahnya makin panik. "Itu... kaca spion motor Bang Brayen, Kak..."
인기 회차