Legenda Sang Genius Immortal
Hatinya berdegup pelan namun mantap, seperti drum perang yang belum dipukul.
Di sebelahnya, Shin Lin sudah bersiap sepenuhnya. Jubah perjalanan kelabu perak membungkus tubuh rampingnya, berkibar pelan diterpa angin pagi. Rambut hitamnya dikuncir rapi ke belakang, menegaskan garis rahang yang tegas dan mata jernih yang berkilat tajam di balik ketenangannya. Ia tampak seperti perwujudan dari gulungan kisah para pendekar: tenang seperti danau yang teduh, namun menyimpan badai yang siap meledak kapan saja.
Tanpa menoleh, Shin Lin berkata pelan, namun tegas, “Jalan menuju Quilin tidak mudah, Shin Tian.”
Bab Populer