Bayang Pedang Cahaya Bulan
Pedang tipis itu memantulkan cahaya obor sekilas, seperti bintang kecil yang tersesat, seperti jari giok yang dahulu pernah menuliskan namanya di langit dunia persilatan, empat dekade lalu, sebelum semua ini terjadi.
Ujung pedangnya berhenti tepat sejajar dengan matanya sendiri, bukan mengarah ke musuh, melainkan lurus ke atas, sebuah kuda-kuda pembuka yang dikenal di kalangan tua dunia persilatan sebagai Menatap Bulan yang Hilang, jurus pertama dari kitab pusaka Sekte Bulan Sabit yang hanya boleh diperagakan oleh mereka yang telah menuntaskan tujuh tahun latihan dasar. Bukan jurus untuk menyerang lebih dulu. Jurus untuk menanti, sampai lawan sendiri yang menciptakan celah.