Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HANYA SUAMI DI ATAS KERTAS

HANYA SUAMI DI ATAS KERTAS

' batinku menggerutu. Pintu kamar mandi dibuka dan Vita berjalan menuju ke atas ranjang lagi. Nampaknya dia sudah siap tempur, nih. Segera saja tubuh ini melompat ke atas ranjang dan mencium Vita berulang kali. Tetapi wanitaku tidak memberikan reaksi apa-apa.
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
Suami di Atas Kertas

Suami di Atas Kertas

“Hmmm ... hmmm.” Suara Hanna hanya terdengar tak jelas. Ia sedikit menjingkatkan tubuhnya dan mendongak-dongakkan kepala, seolah memberi isyarat meminta sumpalan di mulutnya itu dibuka. Pria misterius itu mengambil posisi seperti berlutut. Tangan satunya di atas lutut, dan ujung kaki satunya ditekuk di lantai sebagai penyanggah tubuh.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
Satu klik naik seribu tingkat

Satu klik naik seribu tingkat

000 Tingkat Mikro Qi: Dimurnikan → Tingkat Tinggi Fondasi: Diperkuat Sinkronisasi Tubuh–Jiwa: Meningkat Lin Yuan menggertakkan gigi. Berat… Jika klik pertama seperti membangun ulang rumah yang runtuh, maka klik kedua seperti memadatkan seluruh bangunan dengan baja—tanpa memperbesar ukurannya. Ia bisa merasakan perbedaannya dengan jelas. Qi di tubuhnya tidak bertambah liar dan tidak meledak keluar.
518 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
Ups! Salah Suami

Ups! Salah Suami

Vicky menjelaskan seraya menatap kepulan asap yang tercipta dari kopi yang ia buat. Vickal terdiam, ia sibuk membuat kopi. Menambahkan dua sendok gula manis ke atas bubuk kopi, Vickal meraih termos air panas dan menuangkan air mendidih itu ke dalam cangkir. "Bagaimana? Apakah kau puas sekarang?" "Hah? Apa maksudnya Vickal?" Vicky mengerutkan dahi, ia menatap saudara kembarnya dengan tatapan tak paham.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Dia duduk di ayunan tersebut, dan menepuk tempat di sampingnya sebagai kode untukku duduk di sampingnya. Aku duduk di samping Mas Wira. Lalu, membuka tutupan pop mie. Aroma pop mie menyeruak dan membuatku makin tak sabar untuk menikmatinya. Aku menyendokkan mie ke mulutku. “Hmmm… berasa lagi muncak.” “Kamu pernah ngedaki?” tanya Mas Wira penasaran. Aku menggeleng masih sambil mengunyah. “Nggak”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

sambungnya kemudian. Sean membawa Kesya memasuki lift yang akan mereka ke lantai atas. Ketika suara dentingan lift terdengar Sean langsung menarik tangan Kesya dan berjalan ke sebuah ruangan khusus. Lelaki itu lalu menempelkan sebuah kartu dan seketika pintu terbuka menampakkan seisi ruangan yang begitu indah. Tanpa sadar kaki Kesya melangkah masuk, ekspresi wajahnya sangat bahagia. Ketika pandangannya menatap lurus ke depan, Kesya berlari lalu menyibakkan sebuah gorden yang melambai-lambai karena sentuhan angin malam. Rasanya Kesya ingin pingsan saat itu juga. Bagiamana tidak, sebuah rooftop yang menghadap ke sebelah timur dengan menampakkan keindahan kota di malam hari kini terpampang jela
9.911.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
Home

Home

"Mau apel? Aku kupasin." Aku hanya mengangguk dan menikmati makananku selagi dia mengupas apel menggunakan pisau. Sesekali aku melirik ke arahnya--Mas Biru kelihatan begitu atraktif ketika fokus melakukan satu hal. Kedua alisnya bertaut samar saat berusaha mengupas tanpa memutus sambungan kulit buah itu.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 396 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
Wake Up!

Wake Up!

"Lo berdua terserah, pengen milih tidur di mana antara atas dan bawah ranjang itu." Neyza dan Ulyn saling tatap, baru keduanya bersamaan menoleh ke arah ranjang yang Dinda maksud. "Lo pengen di atas atau di bawah?" tanya Ulyn pada Neyza. Neyza menatap ranjang tinggi itu sekali lagi. "Gue takut di atas, lo aja yang di sana." Ulyn mengembangkan senyum simpul dan mengangguk sambil menarik selimut yang ia bawa ke ranjang atas sana. Sementara Dinda sudah membuka ponselnya tanpa peduli kedua teman sekamarnya.
9.72.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
Rotate

Rotate

Kami hanya di jatah makan 2 kali sehari pagi dan sore, dan bukanya 3 kali seperti bagaimana kebutuhan nutrisi seharusnya. Ku helakan nafas panjang, aku paling tidak suka mengantri. Seharusnya bagian dapur membedakan barisan sesuai dengan ras masing masing. Lihat barisan panjang itu, mereka tak berjalan seperti seharusnya. Begitu ras yang lebih tinggi datang, mereka dengan angkuhnya menyalip ke barisan paling depan. Dan seperti biasa para koki dapur hanya diam seribu bahasa dan melayani para upper rank itu dengan pantas. Coba saja, jika aku yang memiliki rank Zero ini berada di bagian terdepan, hanya butuh hitungan jari untukku mundur beberapa langkah ke titik semula. Aku berjalan lesu ke dal
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
NINE

NINE

“Wah benar juga! Meraih pundak kanan ternyata agak sedikit lebih sulit. Bagaimana kau tahu, Rey?” “Survei. Dari sekian banyak yang kulihat dan kucoba pada beberapa orang, itulah yang terjadi. Kecuali dalam keadaan khusus seperti kebiasaan, maka hal yang pasti terjadi adalah menyilang. Kanan untuk kiri, dan kiri untuk kanan. Mengapa? Karena saat ingin bersanding di sisi kiri seseorang, maka manusia akan meraih pundak kiri dengan tangan kanan. Begitu pula sebaliknya.”
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status