Balada Asmara Biduan Dangdut
Semua tentu saja Dewik yang memilihnya, dan ketika hendak membelinya, dia membayang-bayangkan benda-benda tersebut tidak hanya sekadar untuk tidur belaka, namun juga untuk alat pendukung kami bercinta.
“Yang ini saja, Mas,” katanya seraya menunjuk sofa dengan bantalan panjang.
“Kenapa harus yang ini?” tanyaku.
“Soalnya model sofa ini memungkinkan buat kita melakukan banyak gaya,” ucapnya sambil tertawa. “Nah, kalau selimutnya aku mau yang ini saja,” ucapnya lagi seraya memegang selimut berbahan seperti bulu-bulu yang halus.