Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tuan Pewaris, Nyonya Memilih Pergi

Tuan Pewaris, Nyonya Memilih Pergi

Dia menarik napas panjang lalu berkata, “Ada sofa, ‘kan?” Eva menjawab, “Oh, oke. Biar aku saja yang tidur di sofa.” Eva sedikit lega melihat sofa yang ada di sana. Meski sofa itu tidak lebar, setidaknya muat untuk tubuhnya yang kecil. Henry tersenyum sinis, menertawakan sikap Eva yang mengalah begitu saja tanpa dia minta.
1078.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Rumput Tetangga

Rumput Tetangga

Oh Tuhan Rania berharap semuanya akan baik-baik saja, Rania berharap kebahagiaan rumah tangganya akan selalu bisa dipertahankan hingga ajal menjemput nanti, pikir Rania. "Trus kamu tidurnya di sofa Bi? Badan kamu pegal-pegal nggak? Sofa di ruangan kamu itu nggak terlalu besar lho Bi," khawatir Rania, karena apa yang dia ucapkan benar adanya. Sofa di ruang kerja Bryan tidak berukuran besar dan bahkan tidak cukup untuk tubuh Bryan. Kalaupun dipaksakan untuk tidur di sana, pasti badan akan langsung pegal-pegal ketika bangun.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
SEKRETARIS CUPU KESAYANGAN CEO TAMPAN

SEKRETARIS CUPU KESAYANGAN CEO TAMPAN

"William sedang membelai pantatmu. Apakah ada hal lain yang harus aku perhatikan?" Arga mendekati Septa. Tangannya menekan keras ke bagian belakang sofa saat dia mencondongkan tubuhnya ke arah Septa, sambil menatap. Septa bergeser untuk menghindari tubuh Arga. Mata Arga terpaku pada satu titik di sofa. Septa mengikuti tatapannya. Sofa itu terbuat dari kain berwarna kecoklatan. Itu adalah warna coklat muda. Tepat di situ kotor oleh noda yang bekas Septa sebelumnya.
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang

Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang

“Baiklah, terima kasih.” Sofia bergegas melangkah menuju pintu ruang kerjanya. Begitu pintu kaca besar itu terdorong terbuka, pandangannya langsung tertuju pada sebuah sofa panjang berbahan kulit yang terletak di sudut ruangan. Seorang perempuan tampak perlahan menurunkan majalah bisnis yang sejak tadi ia baca untuk membunuh waktu. Sofia terpaku di ambang pintu. “Maya?”
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!

Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!

"Pasti serupa, menjanjikan kenyamanan." Kali ini Samantha merasakan de javu saat melihat ruang keluarga. Ada sofa lebar yang panjang melingkar berhadapan dengan TV besar yang ditanam di dinding, karbet tebal yang terhampar, di sudut ada sebuah grand piano. Samantha seperti sudah pernah menghabiskan waktu di tempat ini, sering malah! Samantha segera menepis bayangannya karena ini baru kunjungan pertamanya jadi nggak mungkin banget kalau dia merasa sudah pernah ke sini.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Dadakan Sang Pewaris

Pesona Istri Dadakan Sang Pewaris

"Sofa baru?" Kavia dan Javas saling pandang sesaat ketika melihat orang-orang suruhan Daniel mengangkut sebuah sofa yang masih terbungkus rapi dengan plastik. Orang-orang itu membawa sofa dengan kelir merah hati itu ke dalam rumah. "Pas kan diletakkan di ruang tamu kalian?" Daniel tersenyum bangga. "Ini papi impor langsung dari Italy loh. Masih satu produk sama sofa di rumah papi."
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 665 kali sebagai sofa panjang
Tampilkan Ulasan (31)
Baca
+Pustaka
Falisha Irsan
author... itu si kavia kumaha deing?? kenapa gak bljr hidup lebih baik dan bljr dari yg SDH dialamin gitu. javas jg mana lagi.. gak laki bngt. gak mungkin dia gak tau kavia sesedih apa.walau Sdh ada kata akhir dr hubungan mrka. masak gak khawatir sedikit aja ke kavia.lanjut Thor..penasaran SEMANGAT!
lea indy
yg kangen om daniel, delotta, gyan, resta bisa baca ini meskipun resta berharap kbr resta di spill tipis tp sampai akhir gak ada ... tp gpp bagus ceritanya gak bnyk intrik yg gak penting. episodenya jg cukup. kavia itu kaya, cantik,bandel &beruntung. terimakasih author jd salah satu author favoritku
Baca Semua Ulasan
Adik Angkatku, Kekasih Gelapku

Adik Angkatku, Kekasih Gelapku

Sementara Amara melangkah menjauh sedikit dan menjatuhkan bokongnya di sebuah sofa. Sofanya empuk, berlapis kain abu terang dengan jahitan rapi yang nyaris tidak terlihat. Dudukannya rendah, sandarannya lebar—jenis sofa yang tidak memaksa duduk tegak, tapi juga tidak membiarkan siapapun tenggelam sembarangan. Nyaman dengan cara yang terkontrol. Amara menyilangkan kaki perlahan dan mengedarkan pandangannya. Lounge itu terasa tenang. Musik instrumental mengalun, seperti latar yang hanya ada agar keheningan tidak terasa kosong.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan

Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan

Masing-masing menenteng kotak pizza berukuran raksasa dan kantong plastik berisi minuman soda, seolah-olah mereka sedang berpiknik di tengah ruang pameran furnitur. “Wah, gila! Ini rumah atau lobi bank sentral?” seru Julian sambil meletakkan kotak pizzanya tepat di atas meja marmer yang baru saja dipoles. Elian berputar di tengah ruangan sembari menatap deretan sofa kulit berwarna abu-abu gelap yang ditata dengan presisi milimetris. “Davian, kau serius menaruh sofa ini begini? Ini terlalu kaku. Tamu yang duduk di sini pasti akan merasa seperti sedang menunggu giliran diinterogasi polisi,” protesnya kemudian.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dimanja Tiga Majikan Cantik

Di area tengah aula tersebut, terdapat tiga buah sofa panjang berlapis kulit asli berwarna hitam pekat. Ukuran ketiga sofa itu sangat besar. Kapasitas gabungannya kira-kira cukup untuk diduduki oleh sepuluh orang sekaligus secara nyaman di tiga sisi yang berbeda. Di tengah-tengah jajaran sofa itu, terdapat sebuah meja kaca kristal yang terlihat sangat mewah memantulkan cahaya matahari pagi. Pak Sanjaya rupanya sudah duduk bersantai di salah satu sofa panjang tersebut. Pengacara senior itu sedang asyik membaca lembaran dokumen tebal dari dalam map kulitnya tanpa gangguan.
9.41.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25.5K kali sebagai sofa panjang
Tampilkan Ulasan (57)
Baca
+Pustaka
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

sahut Zara. "Sofanya?" tambah Amira. "Kalau yang paling atas kayak ruang keluarga biasa. Sofanya ada dua berhadapan. Kalau yang dibawah itu muat lebih banyak, sofanya juga kayak buat meeting biasa. Dua-duanya ada TV ukuran 42 inci." Amira manggut-manggut tanda mengerti. "Yang di lantai ini kursinya tolong ganti pake sofa panjang, ya!" pinta Amira.
1045.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai sofa panjang
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status