Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sentuhan Panas Adik Iparku

Sentuhan Panas Adik Iparku

'' tanya nessa, tangannya lurus menunjuk kearah sofa panjang berlekuk warna merah. ''Hah?'' Bima tersentak kaget, ''Memangnya kenapa?'' ''Sofanya unik, estetik! Kasih tahu aku dimana belinya? Aku mau minta Mas Reino buat belikan,'' ujarNessa yang tampak antusias.
10760 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Satria Idaman Wanita

Satria Idaman Wanita

Vera menunjuk lantai marmer dengan dagunya yang lancip dan angkuh. "Eh kamu, siapa namanya tadi? Satria? Duduk di lantai saja ya sekarang. Sofa ini mahal dan kulit asli impor dari Italia. Harganya lebih mahal dari harga diri kamu seumur hidup. Nanti sofa saya kotor atau bau apek kalau kena celana jins murahmu itu."
1035.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Sang Bos Mafia

Istri Rahasia Sang Bos Mafia

Warna krem muda di dinding memberikan kesan hangat, sementara perabot kayu baru memantulkan cahaya lembut. Evalia mengagumi setiap detailnya. Sofa L besar berkapasitas sepuluh orang, meja makan mengilap, sampai peralatan dapur dari baja tahan karat yang masih berbau logam baru. ‘Astaga, Aleksander Batubara! Gimana bisa kamu menyelesaikan semua ini cuma dalam seminggu, sambil mengurus bisnis besarmu di Jakarta sana?’ “Wow!” seru Rafael, berputar-putar kegirangan. “Keren banget, Mi! Ini kayak istana!” Ia berlari ke dapur, lalu kembali ke ruang tamu sambil tertawa lepas.
5.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Menikmati Sentuhan Pria Bayaran

Menikmati Sentuhan Pria Bayaran

Jadi Alex masih menahan diri. Gadis berambut panjang kecoklatan itu yakin sekali, jika dia telanjang di depan Alex, tanpa perlu obat perangsang pun Alex pasti akan tergiur. Bagaimana tidak? Dadanya yang berukuran 34C lebih menggemaskan dibanding milik Faya. Bokongnya pun masih padat khas umur dua puluhan. Sofia menghela napas dalam-dalam. Dia menoleh pada Mama Vero yang tampak tersenyum. “Makasih Mama mendukung aku, rencana gila ini hihihi.”
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Invitasi

Invitasi

Sofa yang ada di ruang depan bahkan tampak baru. Ruang depan adalah ruang berkumpul. Ada satu sofa panjang, dua sofa pendek, satu sofa bulat tanpa sandaran, dan satu sofa bulat dengan sandaran rendah. Meja hitam pendek berada di tengah-tengah. Bagian samping dan belakang dinding tertutup gorden besar berwarna moka dengan motif Etnik. Jovita menyingkap gorden, tapi karena bagian luar berantakan dan sama sekali tidak enak dipandang, ia menutupnya lagi. Dinding kaca bagian dalam bersih, tanpa noda, berbanding terbalik dengan bagian luarnya.
9.910.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 388 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Dibuang Anak Dinikahi Pengusaha Jalan Tol

Dibuang Anak Dinikahi Pengusaha Jalan Tol

Cocok buat healing. “Huh! Sudah lama nggak selonjoran di sofa begini.” Bu Sofi langsung menaikkan kakinya di sofa panjang. Tidak ada AC di ruangan ini sebab rumah bergaya kolonial ini memiliki jendela besar-besar dan plafon atau langit-langit yang tinggi. Tidak usah khawatir dengan sirkulasi udara. Sejuk alami tentunya.
1013.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 500 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
AJUDAN SELEMBE

AJUDAN SELEMBE

"180." "Pantesan, aku capek tengadah." "Tinggimu, berapa?" "Imut aku, Bang. Cuma 168. Kalau Raska, 170." "Keluarga kita nggak ada yang tinggi banget. Standar semua," imbuh Bahuraska. "Kalian masih lebih tinggi dariku," keluh Sofyan. "Masa? Kayaknya kamu lumayan tinggi," kilah Satria. "Enggak, Kang. Tinggiku cuma 166, itu pun sepatunya diganjal," seloroh Sofyan, yang menjadikan ketiga pria tersebut tertawa.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Sedangkan Jonathan perlahan menoleh ke arah ruang tengah yang cukup luas. Ada sofa panjang besar di dekat jendela. Laki-laki itu langsung menghembuskan napas pelan. "Oke," gumamnya pelan sambil menganggukkan kepalanya perlahan. "Berarti saya harus tidur di sofa lagi." Siska akhirnya terkekeh pelan mendengar itu. Seketika, Jonathan langsung menoleh ke arahnya. "Kenapa? Kok kamu malah ketawa?" tanya Johan, sambil mengerutkan kening.
1070.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Janda Ceroboh dan Pengacara Dingin

Janda Ceroboh dan Pengacara Dingin

Bima menggosok kepalanya yang terasa sedikit nyut-nyutan. "Kamu baik-baik aja?" tanya Sofia yang kini berdiri di dekatnya. Bima pun menatap Sofia cukup lama sambil mengingat kembali peristiwa sebelumnya. Kemudian memperhatikan pakaian Sofia. Sofia mengenakan piama lengan panjang dan celana panjang. Lingerie? Bukankah seharusnya Sofia mengenakan lingerie? Ah, Bima hanya mimpi.
1019.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 489 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
LONELY TOGETHER

LONELY TOGETHER

Ada sebuah sofa dengan warna hijau olive, Gaia tersenyum dan kemudian mendekati sofa itu. “Kalau untuk yang itu bahannya memang lebih soft, ukurannya juga memang lebih besar dan bisa dibuka untuk tidur seperti ini.” Karyawan yang tadi mengikuti Gaia dan Raga memperagakan dengan mudah bagaimana sofa mendatar itu kemudian bisa dibuka dan menjadi tempat untuk tidur. Gaia tersenyum melayangkan pandangan pada Raga yang terlihat tidak tersenyum. Laki-laki itu tentu melihat label harga di dekat sofa yang sedang di presentasikan oleh karyawan dengan seragam itu. “Tapi harganya lumayan juga.” Raga berbisik lirih di belakang Gaia. Perempuan itu kemudian berbalik.
951 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status