Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

Aku mencubit lengannya supaya dia mengendalikan diri. Dokter Idhar nampak pias wajahnya, ekspresi terkejut nampak jelas di wajahnya. "Calon istri? Maksudmu siapa?" "Pakek nanya lagi, ya itu, wanita yang bernama Kania," kata Rani mendengus jengkel. Kucubit dia tambah keras. "Sudah, Ran," bisikku sambil mengernyit memberi kode padanya.
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 432 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Pengantin Pengganti

Ranjang Panas Pengantin Pengganti

Tapi karena ini Rosélia dan dia punya Bastian, mereka melakukannya dengan mudah. Rosélia membubuhkan tanda tangan di sana dengan menulis namanya juga di bagain bawahnya. Meski senyumnya mengembang, namun matanya tetap menangis, begitu pula dengan hatinya yang tak henti merasa sesak. "Terima kasih. Untuk prosedur selanjutnya, aku serahkan padamu," ujar Rosélia yang diangguki oleh Sebastian.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Rasa Tanpa Tatap

Rasa Tanpa Tatap

tanya wanita itu, matanya bergerak mengamati Ayers dari atas hingga ke bawah. Ayers tersenyum manis. "Bonjour, Bibi. Perkenalkan nama saya Ayers, orang yang menyewa rumah Bibi Marthe. Saya ke sini untuk memberikan ini sebagai salam perkenalan," ujar Ayers basa-basi seraya menyodorkan keranjang buah yang dibawanya.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

“Selamat pagi, Bu. Ada yang bisa saya bantu?” “Saya mendaftar jadi sukarelawan di sini dan ini hari pertama saya,” kata Sera. “Nama Ibu?” tanya ibu-ibu yang memakai name tag bertuliskan ‘Suryani’ itu sambil mengetikkan sesuatu di komputer. “Sera Al-Idris,” jawab Sera singkat. Ibu Suryani kembali mengetikkan sesuatu selama beberap detik kemudian kembali menatap Sera. “Selamat datang di panti kami, Mbak.”
9.9880.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33.4K kali sebagai tanda tangan rani
Tampilkan Ulasan (211)
Baca
+Pustaka
Jihan Amara Arifin
mantab bat ceritanya aku suka banget. dari awal udah mikir kok judulnya turun ranjang, tapi kok aneh jalan ceritanya & karena kesabaranku menunggu updatean akhirnya tau alasan judulnya turun ranjang karena updatean terbaru ini & yaa udh curiga pas tokoh sarah masuk & bener ada hbngannya sama sera 🤗
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
RIAN RAINA

RIAN RAINA

Raina terkekeh. “Pokoknya lo harus janji sama gue, ya.” “Janji? Janji apa?” tanya Raina. “Janji bakal ke tempat bagus dan keren cuma sama gue. Gak boleh sama orang lain apalagi cowok lain.” Rian menjulurkan jari kelingkingnya pada Raina. Raina tersenyum lalu menautkan jari kelingkingnya dengan Rian. “Janji!”
9.352.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Reuni SMA

Reuni SMA

kata Rani yang diiyakan oleh lainnya. Seperti janji, Rani sudah tiba di rumah Tamara pukul 16.40. Bukan tanpa alasan gadis itu mendahulukan menjemput Tamara, padahal letak rumah Melati lebih jauh dari rumahnya dibanding rumah Karina dan Alice. Namun, berhubung Melati sedang tak ada di rumah dan Tamara tinggal seorang diri, Rani menjadi memprioritaskan Tamara. Rani tahu jika Tamara adalah gadis yang penakut. Jangan sampai Tamara pipis di celana hanya karena ketakutan di rumah seorang diri. “Lo nggak bawa apa-apa, nih, Ra?” tanya Rani bingung melihat Tamara yang hanya membawa tas slempang kecil berisi dompet dan HP.
1011.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Tulang Punggungmu, Mas!

Aku Bukan Tulang Punggungmu, Mas!

Rani berkata lancar seolah semua kebohongan yang sudah ia ucapkan adalah kenyataan. Mungkin Rani terinspirasi dari pekerjaan Hanin. Dia juga menghayati perannya sebagai asisten programmer. Kami berbincang sejenak di teras toko seolah memang jarang bertemu. Dari sudut mata aku bisa melihat jika Varo masih duduk di tempatnya semula. Tidak beranjak sedikitpun. Diam-diam aku mengetik pesan di note ponsel lalu menunjukkannya pada Rani. [Kita ubah rencana Ran. Hari ini Tia akan menandatangani surat kontrak di rumahmu agar Varo bisa melihat. Tunggu sampai Tia pergi baru kita menyelinap keluar.]
1037.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 900 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Suami Sah di Siang Hari, Kekasih Gelap di Malam Hari

Suami Sah di Siang Hari, Kekasih Gelap di Malam Hari

“Orangnya sudah pergi.” “Pergi?” Rani heran. Pelayan itu hanya mengangguk lalu pergi. Dengan tangan bergetar, Rani membuka amplop itu. Di dalamnya ada beberapa lembar foto cetak — Adrian dan Aurora, berdiri cukup dekat, terlihat seperti sepasang rekan bisnis… atau lebih. Salah satu foto memperlihatkan Adrian menandatangani kontrak dengan wajah tegang, sementara Aurora menatapnya penuh kemenangan.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
My Unlimited Love

My Unlimited Love

Ternyata hanya sebuah bros kecil berbentuk bunga teratai sedang mekar dan kartu ucapan yang ditulis tangan dalam bahasa Inggris bercampur aksara Mandarin! Untungnya karena dulu aku pernah belajar baca tulis Mandarin dasar sebelum mendaftar ke agency, setidaknya aku bisa langsung mengartikan tulisan dalam kartu tersebut. "Kepada Rani yang kusayangi. Terima kasih atas semua cinta dan ketulusanmu. Kutunggu kamu di Tuban, jika Taoyuan kini tak menerima kita lagi," demikian kira-kira terjemahan tulisan dalam kartu tersebut.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Ranjang Perkawinan

Ranjang Perkawinan

Seakan lupa dia punya bunga yang harusnya dia rawat. Dengan tangannya, Reyhan kembali mengambil gambar yang sempat dia buang. "Lumayan.." Reyhan meneliti gambar itu dengan seksama. Sebuah gambar sederhana tapi sarat dengan makna. Tanpa mencari tahu, Reyhan sudah bisa menebak ada kesedihan mendalam dari gambar yang terukir ini. "Bening." Reyhan membaca sebuah nama yang tertulis dibawah sana. Lengkap dengan sebuah tanda tangan.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status