Wiro sang Penakluk
Ia tarik selimut tipis menutupi mereka berdua, menciptakan sarang kecil yang hangat.
Wilona meringkuk, punggungnya menempel pada dada Wiro, bokongnya yang bulat menyentuh perut datar pemuda itu.
Posisi spooning ini terasa alami, seperti dua potong puzzle yang saling melengkapi. "Begini enak," bisik Wilona, tangannya meraih tangan Wiro dan membawanya ke perutnya yang rata, di mana masih ada sisa-sisa lengket dari sesi sebelumnya.