Bakti Seorang Menantu
ucap Bapak sambil terkekeh.
"Bapak sangat bangga sama kamu, Man. Kamu bisa menjadi pegawai negeri sipil, padahal bapakmu Ini hanya tukang kayu, ibumu hanyalah ibu rumah tangga. Kamu kuliah pun, usaha sendiri, hingga dapat beasiswa dan mencari biaya sehari-hari sendiri. Maafkan Bapak, ya, Man. Yang tidak bisa memenuhi kewajiban seorang Bapak kepada anaknya, yang seharusnya itu semua adalah tanggung jawab Bapak, tapi seperti yang kamu lihat, Bapak hanya begini adanya," ucapnya dengan sendu. Tatapan Bapak menerawang ke arah depan, aku tahu, tak ada yang sedang Bapak pandangi. Hanya tatapan kosong seperti sedang meratapi nasib diri.
Sikat na Kabanata