Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Yuanrang Pendekar Pemburu Monster

Yuanrang Pendekar Pemburu Monster

Yuanrang menangkap pukulan Livilla dan balik membanting. “Kau kira hanya kau yang bisa membanting,” kata Yuanrang. “Coba lihat trikku ini,” kata Livilla. Livilla menggunakan kecepatan strigoi lagi. Langsung muncul di depan Yuanrang. Yuanrang sudah sedikit tahu cara mengatasi kecepatan strigoi. Jika jarak antara dirinya dan strigoi cukup jauh, berarti ada kemungkinan strigoi akan menggunakan kecepatannya. Berarti ada dua pilih. Menangkis atau langsung memukul secepat mungkin. Yuanrang memakai pilihan kedua. Namun, pukulannya hanya menyentuh udara karena Livilla segera mundur lagi. Namun, dengan cepat, Livilla langsung melesat lagi dan melayangkan tinju. Kini Yuanrang menggunakan pilihan perta
1.4K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 49 fois en tant que strike enemy
Read
+Librairie
Accept My Revenge

Accept My Revenge

Mereka bersiap dengan posisi menyerang masing-masing. "Kudengar, kau sangat ahli bermain pedang kayu ini, Clara. Tapi, posisi aneh apa yang kau tunjukkan itu? Kau yakin bisa mengalahkanku?" Clara menatap remeh Naomi. "Entah posisi apa yang kutunjukkan, kau tidak akan bisa mengalahkanku." Naomi yang mendengar itu emosi dan maju menyerang Clara namun, Clara menangkis serangan Naomi dengan santai.
4.1K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 142 fois en tant que strike enemy
Read
+Librairie
Unexpected

Unexpected

Bahkan, Mayra dan Liam sampai menutup telinga masing-masing karena teriakannya. “Iya, iya, semua milik Eve. Ayo kita main lagi,” Mayra menenangkan agar Evelyn kembali bermain boneka dengannya. Pada akhirnya Mayra ikut tertawa saat melihat tingkah Evelyn yang semakin kesal karena bolanya diambil oleh Liam. Bagaimana tidak, Evelyn berhenti mengejar Liam, kemudian tiba-tiba duduk dan menggesek-gesekkan kakinya yang tertutup legging panjang di atas rumput. Saat menangis pun mata bulatnya mengedip lucu, seolah sedang mengintip reaksi orang-orang di sekitarnya. Bukannya terus menangis, Evelyn malah ikut tertawa saat melihat reaksi orang-orang di sekitarnya.
9.838.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 1.2K fois en tant que strike enemy
Read
+Librairie
Exit

Exit

Aku tidak menginginkan itu, terlebih April yang mengetahui semua seluk beluknya. Detik selanjutnya baru berjarak empat langkah, satu anak yang berdiri di tralis pembatas menolehkan kepala cepat, menatap aku, April, dan Laura. Sepertinya ia menggunakan indra ke enam, bagaimana mungkin bisa sepeka itu. Diikuti beberapa kepala di sisinya yang ikut menoleh. Ayolah, aku benar-benar tegang. Ini sudah seperti adegan cerita zombie saja, ibaratkan aku, April, dan Laura adalah manusia normal yang datang mendekati kawanan zombie. Mencium aura kami, mereka langsung saja memutar kepala, menatap seakan kami santapan paling sedap, siap menerkam. “Woi itu April.” Satu anak pertama yang melihat kami tadi sek
102.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 55 fois en tant que strike enemy
Read
+Librairie
The Stalker

The Stalker

Saat makhluk bergaun putih kotor itu melintas di dekat pohon, Selvi melemparkan batu sekuat tenaga dan mengenai bagian punggung sang makhluk yang spontan berteriak. Selvi tersenyum sinis ketika kuntilanak itu berbalik dan hendak melayang ke arahnya. Namun, gerakannya terhambat karena tempat yang terkena batu tadi mengeluarkan api. Selvi mengambil anak panah kecil dari kantong kulit di bahu kiri. Dia menempelkan benda yang telah dibacakan doa itu pada busur dan membidik sang makhluk. Dalam hitungan detik Selvi menembakkan anak panah yang melesat dan menancap di bagian kaki kuntilanak.
105.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 173 fois en tant que strike enemy
Read
+Librairie
Kejar Target, Bang!

Kejar Target, Bang!

Aku menghadang sendok yang disodorkan oleh Kak Kai dengan tangan kanan. “Kenapa?” “Cukup, Kak. Aku udah mual.” Kak Kai menngangsurkan gelas berisi air putih hangat yang baru dia tuangkan dari termos, lalu mencampurnya dengan air dari teko. “Minumlah, obatnya juga diminum, Ca.”
102.1K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 75 fois en tant que strike enemy
Read
+Librairie
Menaklukkan Dosen Killer

Menaklukkan Dosen Killer

perintah nenek itu dengan dingin dan datar. "Siapa lagi kamu? Apa yang kamu inginkan dariku? Apa kamu juga ingin membakar aku hidup-hidup seperti yang sudah anda lakukan kepada bundaku? Atau mau lebih sadis lagi? Apa salahku pada kalian? Aku dan bundaku bukanlah orang kejam yang memiliki ilmu hitam. Jangankan membunuh orang lain, membunuh semut pun bundaku tidak tega!" teriak histeris Anggi memerontak. "Duduklah, minum susu kurma di depanmu itu! Untuk memulihkan staminamu!" perintah wanita tua itu, Oma Gina.
105.1K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 147 fois en tant que strike enemy
Read
+Librairie
Bloody Revenge

Bloody Revenge

“Aaaaaaah!” Sekuat tenaga, Milna menjerit. Dirinya berusaha lari, tetapi sayang kaki kanannya terantuk kaki kursi. Tubuhnya oleng dan kepalanya membentur tembok. Suatu cairan hangat keluar dari keningnya. Disusul dengan kepalanya yang mulai pening. Milna meraba keningnya. Jari jemarinya penuh dengan darah.
102.3K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 52 fois en tant que strike enemy
Read
+Librairie
STAKEOUTS

STAKEOUTS

Aster pun segera meloloskan tangannya dari genggaman kuat itu, lalu menendang keras perut sang pria dengan lututnya. “Ukh! Sialan!” maki si pria, membungkuk sakit. Entah seperti apa wajahnya. Aster tidak peduli, saat ini pergi dari sana adalah misinya. Meski di luar nanti ia harus kembali memutar otak untuk menghindari petugas keamanan. “Pergilah, sebelum aku membunuhmu!”
103.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 105 fois en tant que strike enemy
Read
+Librairie
Naik Level : Dari Nol Jadi Legenda

Naik Level : Dari Nol Jadi Legenda

kata Fadil dalam hati, meski dia merasa beberapa bagian dari Kutukan Abyss mulai menguasai dirinya, memperburuk kekuatan yang belum terkendali. Namun, Roderic masih tersenyum. Dia tahu betul cara bertahan dalam pertarungan seperti ini. "Kau belum cukup matang, anak muda. Jika kau ingin bertarung lebih lama, siapkan dirimu." Roderic mengaktifkan Battle Instinct, meningkatkan kecepatan reaksi dan kesadarannya terhadap pergerakan Fadil. Dia berputar dan menyerang dengan Swift Strike, memanfaatkan celah yang terbuka setelah serangan Fadil terdistraksi oleh kekuatan Kutukan Abyss.
1.1K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 39 fois en tant que strike enemy
Read
+Librairie
Dernier
1
...
5678910
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status