Gagal Menjadi Bulanmu
Suara denting gelas yang pelan itu bagaikan belati tajam yang secara seketika mengiris benang terakhir kewarasan di benak Saskia.
Tubuhnya tak lagi kuat menopang, dia jatuh berlutut. Kedua tangannya telah berdarah akibat kuku-kukunya sendiri yang mencengkeram erat, setetes demi setetes darah merembes di sepanjang lengannya. Tak lama, air mata bening yang jatuh bercampur dengan butiran darah, menghantam lantai dan berceceran.
Rasanya seolah jantungnya yang sudah retak diremas paksa hingga hancur berkeping-keping!