Jiwa Yang Tertukar
Fikri Mahmudsalahkah aku mencintai suami orangrambut gerah demi suamifeeling suami selingkuhcerita mesum suami
Dia tertawa mengejek, "Setelah sukses jiwa kita tertukar, kamu mau kepala kita juga tertukar? Apalah jadinya?"
"Mengapa tidak diterima saja takdir kita? Jalani saja pertukaran ini."
"Sampai kapan?" Ia mengeluh sedih.
"Sampai yang dikehendaki Maha Kuasa," balasku santai.
Mas Abraham duduk dengan tubuh yang dilemaskan. Sepertinya ia masih sulit menerima kondisi ini.
"Tadi sore bukannya sudah merasa beruntung dengan pertukaran ini. Tapi, mengapa sekarang seolah sulit menerima?"