SENYAWA
tanya Varo penuh selidik, matanya pun ia picingkan demi melihat gerak gerik Meera dari pantulan pintu lift.
“Ada laki-laki yang akan ta’aruf denganku, Var,” ucap Meera lirih.
Varo menajamkan pendengarannya, kemudian bertanya sekali lagi, “Apa?”
“Ada yang akan ta’aruf denganku, Varo,” ucap Meera sebiasa mungkin, walaupun kali ini degup jantungnya bekerja berkali-kali lipat karena Varo tengah menatapnya setelah ia menjawab pertanyaan Varo baru saja.
Bab Populer