Malam Pertama Sang Istri Kontrak
“Pak, ini dendanya tinggi banget.”
Rendra tersenyum tipis. “Itu cuma formalitas, Bu. Jarang sekali diterapkan, apalagi untuk mitra yang lancar.”
Arga menatapnya lama, lalu berkata pelan, “Saya hargai niat baiknya, tapi saya nggak bisa tanda tangan sekarang. Saya mau tunjukkan dulu ke teman saya yang ngerti administrasi.”
Rendra menatapnya, senyumnya menurun sedikit. “Tentu saja, Pak Arga. Tapi hati-hati, kalau terlalu lama, kuota barang bisa diambil toko lain.”
Hot Chapters