BANGKITNYA ISTRI YANG TERTINDAS
Hanya ketenangan yang membuat Amora semakin bingung.
"Saya... Janda, Tante." Amora menunduk. Ia merasa malu. Meskipun ia sudah bangkit dari masa lalu, status itu tetap saja terasa seperti beban yang berat.
"Nggak apa-apa. Dulu, saya juga janda pas dinikahi sama Papinya Jericho." Perempuan paruh baya itu tertawa dengan bangga. Ia tidak melihat status Amora sebagai kekurangan, melainkan sebagai sebuah kesamaan yang unik. Tawa itu tulus, membuat Amora sedikit lega. "Papinya Jericho itu duda, saya janda. Kami dipertemukan oleh takdir. Dan, itu adalah takdir yang sangat indah. Jadi, kamu tidak perlu khawatir, Amora."
Sikat na Kabanata