Janda Kembang Menggoda Perjaka
kata Galih dengan suara deep voice yang mutlak, "saya yang tentukan kapan kita mulai, posisi apa yang kita pakai, dan kapan kamu boleh keluar suara."
Galih menepuk paha Riana dua kali. Cukup keras hingga menimbulkan bunyi plak.
"Sekarang, sandaran ke sofa. Buka kakimu. Bab 3 dimulai."
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Riana Wijaya, sang janda kaya yang angkuh, menurut tanpa bantahan sedikitpun. Ia menyandarkan punggungnya ke dada Galih, menyerahkan kendali tubuhnya sepenuhnya pada sang Murid yang baru saja naik pangkat menjadi Tuan.