Aturan Main Memikat Gadis
Udara di dalam ruangan dipenuhi aroma cemara yang serupa dengan wangi tubuhnya, berpadu dengan keharuman sabun mandi yang segar, mengantarkan rasa tenang sekaligus gelisah di saat yang bersamaan.
"Kamar mandinya di sebelah sana, kalau sudah selesai cepat balik ke kamarmu untuk tidur." Dia menunjuk ke salah satu sudut ruangan dengan nada bicara yang sangat datar, seolah-olah gejolak yang tak terkendali di kolam renang sore tadi tidak pernah terjadi.
"Iya, Om, paham kok." Aku mengangguk penurut, lalu berjalan masuk ke kamar mandi sambil mendekap pakaian ganti.