Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

“Tempe goreng yang tadi, Mas. Sama jus stroberi, boleh, ya?” Sontak saja Dhava tergelak mengingat tempe buatannya. “Masih mau tempe gosong itu? Oke, tunggu di sini. Jangan ke mana-mana.” Sebelum kelaur kamar, Dhava melabuhkan kecupan singkat di kening kekasihnya itu.
9.955.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai tempe gosong
Baca
+Pustaka
TEMAN HIDUP

TEMAN HIDUP

Dibalas anggukan oleh si mbah. Hanif dan si mbah melirik bersamaan pada eyang yang datang sembari membawa sepiring singkong goreng. Menikmati singkong goreng ditemani suara binatang malam, sesekali diseruput kopi pahit, sesekali menatap rembulan pucat yang menggantung di angkasa. "Ibumu ... tidak bisakah dibawa pulang saja, Nak?" Eyang menggeser cangkir teh.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai tempe gosong
Baca
+Pustaka
Teman Tapi Panas

Teman Tapi Panas

Perintah mutlak lalu telepon dimatikan. Sejurus kemudian ponsel Andi bergetar tanda ada pemberitahuan dari aplikasi pesan. Ia baru saja ditambahkan ke dalam sebuah grup bernama "Melepas Perjaka Destra". Andi hanya mengirimkan satu stiker untuk menanggapi sapaan dari teman-temannya dan meletakkan ponsel, terdengar bunyi telepon dan Andi langsung mengangkatnya tanpa memeriksanya terlebih dahulu.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai tempe gosong
Baca
+Pustaka
menjadi yang kedua

menjadi yang kedua

nur segera menunduk kan pandangan nya kembali. "Sudah gosong, Gus. nur buang saja." nur terdiam sesaat. "Nanti saya gorengin tempe kemul yang baru. Yang lebih enak." nur menunjuk tempe yang tergeletak, tak estetik di atas piring. "Sudah gosong, nggak enak, pahit, kurang sehat Gus."
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai tempe gosong
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Ibu Guruku

Terpaksa Menikahi Ibu Guruku

“Tempe lagi?” Aku berdecak setelah membuka tudung saji. Kemarin siang makan tempe goreng, malamnya kering tempe, lalu sekarang… “Nasi goreng tempe!” Yura memperjelas. “Resep dari mana sih nasi goreng tempe?” Ngadi-ngadi emang nih cewek. “Yang kutahu di resto itu kalo ngga nasi goreng ayam, babat, sosis, minimal telur lah!”
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 804 kali sebagai tempe gosong
Baca
+Pustaka
Gosipin Si Boss

Gosipin Si Boss

Yah… walaupun aku tidak memperlihatkannya secara langsung, tapi yang namanya suudzon kan tetap dosa dan merasa berdosa itu sangat tidak nyaman. “Boleh.” jawabnya. “Food court aja gimana, Pak? Saya lagi ingin bakso.” tawarku. “Ayok!” * Setelah mencari beberapa saat, akhirnya kami menemukan sebuah tempat kosong untuk duduk. Sebuah meja dengan dua kursi yang saling berhadapan. Meja di food court ini cukup besar, jadi sebenarnya cukup untuk dipakai lebih dari empat orang dengan empat kursi. Tetapi, sepertinya dua kursi yang lain diambil. Karena, beberapa meja dipakai untuk lima orang.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai tempe gosong
Baca
+Pustaka
TEMAN TAPI MESRA

TEMAN TAPI MESRA

Di depannya Raga sedang menyanyikan lagu The Beatles sambil menggelosor kelelahan. Pukul 16.30 lokasi hangout pindah ke tepi pantai, mereka memesan banyak makanan dan minuman sambil bermain air laut dan menunggu sunset turun. Sasha sedang menemani adik-adiknya bermain air laut bersama Gendis saat dari kejauhan ia melihat Mama sedang mengobrol intens dengan Raga.
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai tempe gosong
Baca
+Pustaka
Temen Tapi Demen

Temen Tapi Demen

TEMEN TAPI DEMEN 27 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Lima belas menit perjalanan dengan kecepatan sedang, akhirnya Soni sampai di rumah Shasa. Sepi. Mungkin mereka sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing di dalam sana. Soni memarkir motor di bawah pohon mangga, biar tidak kepanasan. Begitu juga dengan motor Bapak.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai tempe gosong
Baca
+Pustaka
Bos, Kamu Terlalu Panas

Bos, Kamu Terlalu Panas

Gea berjalan mendekat lalu menyentuh bahu Ken Anyu. “Kakak Ken, emm, bagaimana kalau kita melakukannya sambil makan siang? Ada vila bagus di daerah pedesaan, hanya beberapa jam perjalanan tidak jauh dari sini,” tawarnya dengan nada yang sangat intim.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 473 kali sebagai tempe gosong
Baca
+Pustaka
Anak Anak Muda

Anak Anak Muda

Sialan! “kayaknya kamu lapar ya, sini makan bareng. Steak tempe tersedia untukmu” Jungwoo namanya. Dari sekian banyak orang disini yang komuknya b aja Cuma dia. Mark terpelatuk pada bahasan tempe Jungwoo. “tempe tuh nggak pantes dijadiin steak you know” dengan aura bule kw nya ia mengekang sebuah Tempe lalu dibalas dengan Lucas yang berada samping kanannya, “ohiya lupa yang bule mah beda cuyy makannya pizza rasa cola”. Mark terdiam merasa terhina lalu pergi jauh dari Lucas.
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai tempe gosong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status